Berita Nasional Terpercaya

“Cintai Apa Yang Kamu Lakukan Atau Lakukan Apa Yang Kamu Cintai?” Terserah Anda. Yang Penting Lakukan Dengan Serius

0

RUSIA, HarianBernas.com– Apakah kamu mau mengembangkan hobimu lebih serius lagi? Mungkin dengan begitu suatu saat nanti kamu akan menghasilkan karya yang fenomenal dan bisa membanggakan. 

Berbicara mengenai hobi, ada kisah seorang petenis wanita yang tak pernah memenangkan gelar di turnamen tenis, namun wanita ini justru menjadi seorang yang sukses. Bagaimana kisahnya?

Lahir dari pasangan atlet, Anna Sergeyevna Kournikova, tumbuh sebagai seorang petenis andal. Saat Anna lahir, ayahnya masih berusia 19 tahun dan ibunya 18 tahun. Meski demikian, menurut Sergei, sebagai pasangan muda ia dan istrinya bisa membesarkan Anna dengan baik. “Kami masih sangat muda dan kami menyukai kebersihan dan olahraga sehingga Anna hidup dalam lingkungan yang baik untuk mengenal olahraga sejak dini,” katanya.

Memasuki usia 5 tahun, gadis kelahiran Moskow 7 Juni 1981 ini mulai diperkenalkan dengan olahraga tenis dan mulai rutin berlatih setahun kemudian. “Saya berlatih dua kali seminggu mulai usia enam tahun. Itu adalah program untuk anak-anak,” ujar Anna. Menurutnya, tenis hanyalah sebagai ajang bersenang-senang. Sama sekali tidak ada niat untuk menjadi petenis profesional. 

Setelah setahun berlatih, Anna bergabung dengan Spartak Tennis Club. Di tahun 1990, ia berhasil memukau para pemandu tenis dunia. Di tahun berikutnya, ia terbang ke Florida dan bergabung dengan sebuah akademi tenis di Amerika. Di sana, ia menjadi petenis muda yang disegani. Di usia 14 tahun ia sudah memenangkan European Championships dan Italian Open Junior. Ia juga menjadi petenis termuda yang memenangkan turnamen Junior Orange Bowl untuk kategori usia 18 tahun. Di akhir tahun 1995 ia meraih juara ITF Junior World Champion U-18 dan Junior European Champion U-18. Sejak itulah ia menjadi petenis putri Rusia yang disegani di dunia.

Mengenai kenapa ia bermain tenis sejak masih anak-anak, Anna hanya bilang, “Seperti anak-anak lainnya, saya mengerjakan apa yang saya sukai,” katanya. Karena kesukaan itulah maka Anna bisa meraih gelar Grand Slam ganda Australian Open berpasangan dengan Martina Hingis pada tahun 1999. Kemenangan itu ikut mendorong ranking WTA-nya hingga pada November 1999 ia menjadi petenis putri nomor satu dunia untuk double. Sedangkan di tunggal, prestasi terbaik Grand Slamnya adalah semifinal Wimbledon pada tahun 1997. Dan ranking terbaiknya adalah ranking 8 dunia pada November 2000.

Nah, mari mengerjakan apa yang anda sukai secara lebih serius.
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.