Berita Nasional Terpercaya

Lika-Liku Bisnis Eka Tjipta: Dari Jual Barang Eceran, Membeli Bank, Hingga Mendirikan Sinar Mas Group

0

JAKARTA, HarianBernas.com— Kamu pernah memiliki utang dengan seseorang? 
Kamu Frustasi? Bingung? Atau Marah? Atau mungkin kamu cukup tahu diri dan ingin segera membayarnya?

Mungkin ada baiknya kamu menyimak kisah inspratif berikut tentang seorang lelaki yang keluarganya terlilit utang rentenir hingga membuatnya putus sekolah saat SD. Hal tersebut karena ia harus banting tulang untuk bekerja demi membantu keluarganya. Hasil kerja kerasnya tersebut akhirnya berbuah manis,  kini lelaki tersebut menjadi orang kaya raya sejagat.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Bagaimana kisah lengkapnya?

Kepindahan Eka Tjipta ke Indonesia terjadi pada tahun 1932 saat ia masih berusia 9 tahun. Saat akan pindah ke Makassar, keluarga dari lelaki yang lahir tanggal 3 Oktober 1923 di Quanzhou harus berutang ke rentenir dan dengan bunga yang tidak sedikit. Hal ini dilakukan karena keluarga Eka adalah keluarga sederhana bukanlah keluarga berada.

Lalu bagaimana kondisi Eka saat itu?

Datang sebagai imigran dan dengan kondisi ala kadarnya, membuat Eka kecil kehilangan pendidikannya. Ia tak mampu menyelesaikan pendidikan dasarnya. Berbekal sepeda dan barang eceran, Eka kecil berkeliling menjajakan barang dagangan dari pintu ke pintu. 

Dengan modal seadanya, pada usia 15 tahun ia mulai berjualan gula, biskuit, serta minyak kelapa secara ecer. Dari hasil penjualannya ini, ia mendapat keuntungan yang tak terhingga. Bukan hanya keuntungan materi, naluri bisnisnya makin terasah tajam. Dari hasil penjualan ini juga lah perlahan-lahan utang keluarganya sedikit demi sedikit berkurang.

Ketika masa kolonial Jepang, bisnisnya terhenti sejenak karena besarnya pajak yang diberikan. Ia pun beralih ke usaha industri rumahan kembang gula. Hasil dari usaha ini berhasil membuatnya tumbuh kembali. Bisnis berikutnya adalah grosir makanan dan minuman. Sukses dengan bisnis grosirnya, ia menjalin rekanan dengan CIAD (Corp Intendands Angkatan Darat/TNI) serta menjadi pedagang kopra. Namun tak lama kemudian, Jepang kembali mengeluarkan kebijakan monopoli kopra yang lagi-lagi mengentikan bisnis Eka Tjipta.

Nah, apakah setelah serentetan kasus tersebut menghentikan semangat bisnis Eka?
Alih-alih berhenti, Eka malah menjajal bisnis usaha leveransir dan aneka kebutuhan lainnya. Saat dalam masa pertumbuhan, lagi-lagi usahanya mengalami kebangkrutan ketika seluruh barang dagangannya dirampas habis-habisan oleh oknum pemberontak Permesta pada tahun 1950.

Inilah bentuk perjuangan jatuh bangunnya Eka Tjipta dalam dunia bisnis yang penuh dengan rintangan. Meski banyak mengalami cobaan yang berat, namun Eka Tjipta tetap tak menyerah dalam berbisnis.

Pada tahun 1980, Eka Tjipta memutuskan untuk pindah ke Riau dan membeli sebidang perkebunan kelapa sawit dengan luas lahan 10 ribu hektar. Tak tanggung-tanggung, saat itu Eka juga membeli mesin dan pabrik yang bisa memuat hingga 60 ribu ton kelapa sawit.

Ketika bisnis kelapa sawitnya berkembang pesat, Eka Tjipta pun memutuskan untuk menambah bisnisnya. Maka pada tahun 1981 Pria yang kini memiliki yayasan Eka Tjipta Foundation membeli perkebunan sekaligus pabrik teh dengan luas mencapai 1000 hektar dan pabriknya mempunyai kapasitas 20 ribu ton teh.

Sukses berbisnis kelapa sawit dan teh, Eka Tjipta Widjaja belum puas. Ia kemudian merintis bisnis di bidang perbankan. Eka pun membeli Bank Internasional Indonesia (BII) dengan asset mencapai 13 milyar rupiah. Dalam akuisisi  tersebut, Eka Tjipta lagi-lagi berhasil mengembangkan BII menjadi lebih besar dengan puluhan cabang dan asetnya yang kini mencapai 9,2 trilliun rupiah.

Imperium bisnis Eka Tjipta pun semakin nampak nyata saat Eka Tjipta Widjaja mendirikan pabrik kertas P.T. Tjiwi Kimia dan mengakuisisi P.T. Indah Kiat yang bisa memproduksi hingga 700 ribu pulp per tahun dan bisa memproduksi kertas hingga 650 ribu per tahun. Pemilik Sinar Mas Group ini juga tercatat telah membangun beberapa gedung seperti ITC Mangga Dua, Green View apartemen yang berada di Roxy, dan juga Ambassador di Kuningan.

Sebagai pebisnis yang sangat sukses, Eka Tjipta atau Oei Ek Tjong adalah inspirasi bagi pebisnis lainnya. Bagaimana tidak? Dengan segala keterbatasan yang ada, Eka Tjipta berhasil mengembangkan binsis yang luar biasa dan tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia selama beberapa tahun.

Luar biasa bukan? Semangat pantang menyerah menghantarkannya pada kesuksesan. 
Kamu mau sukses?

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.