Berita Nasional Terpercaya

Setya Novanto Didesak Mundur oleh Teman Sejawat

0

MAKASSAR, HarianBernas.com —Lagi-lagi Ketua DPR RI Setya Novanto diminta mundur dari jabatan sebagai Ketua DPR RI. Kali ini, yang mendesak Setya Novanto mundur justru teman sejawatnya sendiri di Komisi II DPR RI, yakni Luthfi Andi Mutty.

Bahkan menurut Luthfi, saat in  ada desakan dari teman-teman di dewan agar ia mundur dulu dari jabatan itu, sehingga ia bisa fokus menghadapi masalah. Menurut anggota Komisi II DPR-RI Luthfi Andi Mutty di Makassar, Kamis (26/11) kemarin, ia sendiri secara tegas meminta Setya Novanto mundur agar tidak mengganggu kerja-kerja di dewan.

Menurut Luthfi, pengunduran diri dari Ketua DPR RI hanya sementara agar ia bisa fokus pada masalah yang dihadapi di Mahkamah Konstitusi Dewan (MKD). “Sebaiknya dia mundur dulu agar fokus menghadapi masalah di MKD,” kata Luthfi yang juga Pelaksana Tugas (Plt) DPW) Partai Nasdem.

Dikatakan, masalah yang dihadapi Setya Novanto sangat serius. Bahkan menurut Luthfi bahwa banyak kabar beredar jika Setya Novanto memanfaatkan jabatan guna mengambil keuntungan. Menurut Luthfi, jika semua tudingan yang ditujukan kepeda Setya Novanto sebagai bentuk pendzoliman, maka ia harus membuktikannya. “Buktikan dong kalau dia merasa menjadi korban politisasi atau bahkan dizolimi,” kata Luthfi Andi Mutty.

Anggota Komisi II DPR-RI lainnya, Azikin Soelthan, belum bersedia menanggapi terlalu jauh soal kasus Setya Novanto. Sebab ia mengaku berpegang teguh pada azas praduga tidak bersalah. Dia menilai setiap orang punya pandangan dan itu sah-sah saja. Namun, bagi anggota Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut, biarkan kasus itu berjalan dulu di MKD dan semua pihak harus menunggu keputusan MKD.

Kasus ini mencuat setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan Setya Novanto ke MKD DPR. Anggota Fraksi Partai Golkar ini diduga telah melakukan tindakan tak terpuji dengan mencatut nama Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla terkait perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.

Pada kesempatan terpisah, pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Pangi Syarwi Chaniago di Jakarta, Kamis (26/11) menilai, perombakan anggota Fraksi Partai Golkar di Majelis Kehormatan Dewan sebagai upaya mengamankan posisi Setya Novanto dari Ketua DPR. Menurut Pangi, pergantian itu guna memastikan bahwa anggota MKD adalah orang-orang Setya Novanto.

Pertarungan di MKD, menurut Pangi, cukup kuat. Anggota MKD dari KIH tak mampu menggelar sidang MKD terkait kasus Setnov sehingga menjadi alasan untuk mengganti anggota MKD dari KIH. Dengan demikian, niat untuk melakukan kocok ulang atau pelengseran pimpinan DPR berjalan sesuai rencana. “Dengan adanya pergantian anggota MKD dari PDIP, Nasdem, PAN dan Demokrat diharapkan bisa mempercepat proses melengserkan Setya Novanto ari Ketua DPR,” ujarnya.

Menurut Pangi, Setya Novanto yang didukung KMP sangat paham upaya yang dilakukan Fraksi PDI-P, Nasdem, PAN dan PD untuk mempercepat proses melengserkan pimpinan DPR sekarang. Sementar kubu KMP juga tak mau kecolongan dengan memastikan anggota MKD adalah orang Setnov dan loyal. “MKD merupakan proses politik dan tidak murni penegakan pelanggaran etika. Dengan demikian MKD bekerja sesuai keinginan dan kehendak fraksi dan partai. Apalagi, MKD merupakan perpanjangan tangan kepentingan partai, sehingga tak bisa lepas dari kepentingan parpol. KMP pun kemungkinan pasang badan membela Setya Novanto,” kata Pangi.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.