Berita Nasional Terpercaya

Kecil-kecil Cabai Rawit, Si Butet Ini Menjulang Menjadi Atlet Bulu Tangkis Terbaik Indonesia

0

JAKARTA, HarianBernas.com— Muda dan berprestasi, itulah sedikit gambaran mengenai sosok pahlawan bulu tangkis Indonesia yang tengah mencapai puncak karirnya ini. Nama Liliana Natsir mungkin sudah tidak asing bagi penggemar bulu tangkis di Indonesia, karena prestasi yang ia persembahkan untuk negara tak main-main. Gelar juara dunia sudah beberapa kali ia peroleh bersama pasangan mainnya. Namun, apakah jalannya mulus dalam memperoleh semua pencapaian itu? Tentu tidak. Untuk mencapai sebuah puncak kita harus melalui jalan yang amat terjal dan berliku karena di jalan menuju puncak manapun tidak ada jalan yang beraspal. 

Liliana Natsir atau yang akrab disapa Butet lahir di  Manado, Sulawesi Utara, pada tanggal 9 September 1985. Putri bungsu dari pasangan Beno Natsir dan Olly Maramis ini telah mencintai olahraga bulu tangkis sejak usianya masih belia dan mulai intensif berlatih bulu tangkis sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, ketika itu ia bergabung dengan klub bulu tangkis Pisok, Manado. Keseriusannya di dunia bulu tangkis mulai tampak ketika berusia 12 tahun, ia memutuskan untuk hijrah ke Jakarta dan bergabung dengan klub PB Tangkas.

Merantau di usia yang masih belia memang tidak mudah, tiap malam ia kerap menangis hingga berpikir untuk menyerah dan kembali ke kota asalnya di Manado. Namun, ia tetap berjuang sendirian hingga tiga tahun setelah itu berhasil lolos dalam seleksi masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas). Kala itu ia menjadi atlet paling kecil di klub dan para senior memanggilnya Butet, karena kebanyakan dari mereka berasal dari suku Batak.

Taukah kalian bahwa Liliana Natsir hanya mengenyam bangku pendidikan Sekolah Dasar? Bukan karena ia bodoh atau malas, bukan juga karena orangtuanya tak mampu membiayainya sekolah. Keputusannya untuk meninggalkan sekolah ini ia lakukan karena kecintaannya terhadap dunia bulu tangkis. Ia berlatih sangat keras untuk dapat meraih impiannya menjadi bintang lapangan yang naik turun podium kehormatan dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya. Tujuh jam setiap hari Butet kecil menjalani latihan di hall Bulutangkis Cipayung, dan mencatatkan prestasi demi prestasi. Di usianya yang masih muda, dengan modal pendidikan Sekolah Dasar, Butet mampu membeli sebuah mobil Nissan X-Trail dan kembali ke Manado sebagai seorang jutawan. Keputusannya untuk meninggalkan bangku sekolah memang tidak salah karena ia benar-benar berjuang.

Liliana dikenal sebagai atlet yang ramah, disiplin, dan berkemauan keras. Tak salah jika diusianya yang ke 21 tahun dia menjadi salah satu pemain bulu tangkis terbaik Indonesia spesialisasi ganda campuran. Di kancah Internasional, Liliana Natsir menempati peringkat kedua dunia untuk ganda campuran. Sungguh sebuah prestasi yang sangat membanggakan, bukan?

Banyak hal yang dapat kita pelajari dari seorang Liliana Natsir di mana ada kemauan disitu ada jalan, dan kemauannya yang sangat keras jugalah yang telah mengantarkannya pada jalan menuju puncak kesuksesannya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.