Berita Nasional Terpercaya

Tokoh : Kisah Seorang Anak yang Mengasihi Ayahnya

0

AMERIKA, HarianBernas.com— Whitney Moore adalah gadis berusia 30 tahun asal Kentucky, Amerika. Beberapa bulan yang lalu ayahnya, David, didiagnosis mengidap kanker yang telah parah. Sesudah didiagnosis seperti itu, dokter yang menangani penyakit David menyatakan dan memperkirakan bahwa umur David hanya tinggal beberapa bulan saja. 

Mendengar pendapat dari dokter seperti itu, Whitney Moore benar-benar amat terpukul. Gadis jelita ini mempunyai anggapan bahwa ayahnya bukan cuma sekedar ayah, namun beliau juga merupakan sahabat untuknya. Mendengar vonis itu, Whitney Moore geram dan menyalahkan kondisi mengapa mesti ayahnya yang menderita seperti itu. Bahkan, lantaran kemarahannya tersebut ia pernah memposting sebuah foto di instagramnya dengan menuliskan kata-kata “Aku tak paham, kenapa hal buruk senantiasa terjadi pada orang baik”. 

Tetapi, keterpurukan Whitney Moore dan seluruh rasa sakit yang dirasakannya serta fakta bahwa ia akan kehilangan sosok ayah yang dicintainya tersebut tak membuat dia berlarut-larut untuk terus menyalahkan Tuhan. Gadis itu ingin menghabiskan saat terakhir bersama sang ayah, ia mau membuat ayahnya senantiasa bahagia, dan rela melakukan apapun demi kebahagiaan sang ayah tersebut. 

Whitney Moore terinspirasi kisah Josie Zetz, tentang gadis berusia 11 tahun yang menderita kanker dan ia pura-pura melangsungkan upacara pernikahan serta berjalan di altar bersama sang ayah, Whitney Moore kemudian mengambil ide yang sama. 

Sebelum hari yg ditentukan untuk melangsungkan pernikahannya tiba, Whitney mempersiapkannya dengan sebaik mungkin. Hal ini ia yakini dapat membahagiakan sang ayah, dan momen inilah yang dapat membuat ayahnya tenang sebelum meninggal dunia, lantaran sudah melihat putrinya menikah. 

Walaupun pernikahan ini tidaklah nyata, tetapi tetap saja membuat David dapat merasakan seperti apa sensasi yang dirasakan kala anak wanitanya menikah. Whitney juga mengetahui bahwa setiap ayah tentu ingin berjalan di altar saat putrinya tersebut menikah, berdansa pada pesta pernikahan, bahkan menangis bahagia pada pernikahan tersebut. Meski pada pesta tersebut tak ada mempelai pria namun mereka semua merayakannya dengan penuh kebahagiaan. 

Di penghujung pesta pernikahannya, Whitney menuliskan suatu pesan untuk ayahnya yang amat mengharukan.

” Di masa mendatang, saya akan mencintai seorang laki-laki dan pada suatu saat, saya bakal benar-benar menikah dengaan seorang laki laki. Tapi, pada akhirnya apapun yang terjadi, saya akan senantiasa menyayangi ayah, sebab ayah akan senantiasa menjadi laki laki paling baik di dalam hidupku. Saya berjanji kepadamu, ayah, saya akan senantiasa menjadi gadis kecilmu.” 

Ayah memanglah seorang lelaki yang menjadi cinta pertama seorang anak perempuan. Untuk itu sayangi dan bahagiakanlah ayah kalian selagi mereka ada, lantaran kebahagiaan darinya adalah suatu kebahagiaan juga untuk kita semua. Mudah-mudahan ayah kita semua senantiasa diberikan kesehatan dan usia yang panjang oleh Tuhan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.