Berita Nasional Terpercaya

Tiga Cara Untuk Menjadi Kaya, Kamu Pilih Yang Mana?

0

HONGKONG, HarianBernas.com— Buat menjadi tajir ada tiga cara yang bisa ditempuh. Kamu dapat memilih salah satu dari ketiga cara tersebut. Pertama, kamu harus terlahir dari seorang keluarga tajir, secara otomatis kamu jadi orang tajir. Atau, apabila kamu tak terlahir dari keluarga tajir kamu bisa memilih cara yang kedua yakni, nikahi orang tajir sampai kamu ikut jadi tajir, tetapi cara yang kedua ini umumnya juga membutuhkan modal keahlian dan khusus serta paras yang jelita atau ganteng. Namun, apabila cara kedua tersebut juga gagal, kamu bisa pilih cara yangg ketiga yakni, bekerja keras serta dibarengi dengan berpikir cerdas. 

Cara ketiga inilah yang ditempuh oleh seorang perempuan asal Cina yang sekarang menjadi salah satu perempuan paling kaya di dunia. Ya, ia adalah Zhang Xin. Nama Zhang Xin barangkali sudah tak asing lagi buat penduduk Cina tersebut. Sebelum menjadi berhasil seperti sekarang, Zhang Xin melalui lika-liku hidup terlebih dulu. Masa kecil Zhang Xin pada kala itu dilalui dengan penuh kesengsaraan. Ia tinggal di lantai lima rumah susun di pinggiran Beijing yang saat ini menjadi perusahaannya. Untuk makan pun ia mengalami kesusahan, tak jarang ia menahan lapar lantaran tak ada makanan sama sekali.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Dikarenakan merasa kehiduan di Beijing tak memadai, Zhang xin yang pada waktu itu berumur 14 tahun memutuskan pindah ke Hongkog dengan ibunya. Mereka berdua berharap kehidupan selanjutnya di Hongkong mampu mengalami kemajuan. Tapi ternyata, keadaan tak jauh berbeda dengan kehidupan di Beijing. Di Hongkong mereka tinggal disebuah tempat mungil yang hanya cukup dimuat oleh dua dipan saja. 

Jika biasanya anak-anak lain seumuran Zhang Xin masih asyik main-main dan menikmati indahnya masa kecil, tidak sama halnya dengan Zhang Xin. Sebab menyaksikan kehidupan yang miris seperti itu, Zang Xhin memutuskan untuk bekerja membantu ibunya. Pada saat itu Zhang Xin bekerja sebagai buruh pabrik kecil yang memproduksi garmen dan elektronik. Seperti yang kita ketahui bahwa pekerjaan pabrik adalah pekrjaan yag berat, tapi Zang Xhin remaja tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya tersebut. Zhang Xhin bekerja setiap hari selama 12 jam. Pekerjaan seperti itu dilakoninya selama 5 tahun. Meski ia hidup dalam kesengsaraan namun ia menyisihkan hasil jerih payahnya untuk ditabungkan.

Ketika usianya 19 tahun, ia merasa bahwa uang tabungannya telah mencukupi untuk bisa memberikan sebuah angan-angan baru. Walaupun nestapa, tetapi Zhang belia mempunyai angan-angan yang teramat besar, ia ingin ke Inggris untuk menyambung pendidikan yang pada awal mulanya sempat terhenti. Pada waktu itu kebetulan Zhang memperoleh beasiswa. Nah, dari sinilah Zhang bisa melanjutkan kuliahnya di Cambridge.

Siapa sangka hari demi hari dilaluinya dengan perkembangan yang luar biasa, berkat tekad dan kerja kerasnya ia berhasil menyelesaikan S2 di bidang Development Economics dari Cambridge University. Setelah mendapatkan gelar S2nya tersebut, Zhang Xin mendapatkan pekerjaan di salah satu perusahaan internasional yaitu, Barings PIc. untuk ditempatkan di Hongkong.

Setelah menikah, Zhang bersama suaminya membangun sebuah bisnis properti dan selama 12 tahun bisnis properti itu dibangun, akhirnya bisnis mereka berkembang hingga cukup besar. Namun pada tahun 2007, hambatan mulai datang. Perusahaan yang didirikan oleh mereka sempat bangkrut dengan utang US$ 1,65 miliar. Dan tentunya hal tersebut merupakan pukulan yang sangat besar bagi Zhang Xin, ditambah lagi pada saat itu ia dan suaminya harus berjuang membayar gaji dan tagihan yang lainnya. Meskipun dalam keadaan yang bangkrut, tetapi Zhang Xin memiliki pandangan bahwa bagaimanapun keadaan perusahaan tetap harus bergerak. Dengan kontrol keuangan yang ketat, Zhang Xin dan suaminya sedikit demi sedikit dapat me-restrukturisasi utang-utang perusahaan dan dengan cara bertahap akhirnya Zhang Xin bisa mendapatkan keuntungan.

Dan kini Zhang Xin telah menjadi salah satu wanita terkaya di dunia yang didapatkan dari keringat sendiri. Bukan warisan maupun hibah dan bukan pula menikah dengan lelaki yang kaya. Diberitakan bahwa kini kekayaan Zhang Xin diperkirakan senilai US$ 2 miliar atau sekitar Rp 18 triliun.

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.