Berita Nasional Terpercaya

Kilang Minyak Berkapasitas 668.000 Barel per Hari Segera Dibangun

0

JAKARTA, HarianBernas.com–Guna mewujdukan program swasembada energi, pemerintah berencana membangun empat kilang minyak dengan total kapasitas mencapai 668.000 barel per hari. Dan untuk mewujudkan proyek tersebut, pemerintah membutuhkan dana investasi sekitar 23,6 miliar dolar AS.

Menurut data yang dimiliki Kementerian ESDM yang terungkap di Jakarta, Jumat (27/11) kemarin, kilang dengan fungsi utama untuk mengolah minyak mentah menjadi BBM itu berada di Medan, Sumatera Utara, Bontang di Kalimantan Timur, kemudian Cilacap di Jawa Tengah dan di Tuban, Jawa Timur.

Dari data tersebut juga terungkap bahwa kilang yang berada di Medan diperkirakan akan memiliki kapasitas untuk mengolah 6.000 barel minyak mentah per hari dengan operator PT Indo Kilang Prima. Dan untuk membangun kilang tersebut dibutuhkan dana investasi mencapai 200 juta dolar AS dengan sumber pasokan minyak mentah (crude) dari dalam negeri.

Sementara untuk tahap konstruksi seperti engineering, procurement, and construction/EPC dan produksi kilang di Medan menurut rencana akan dilakukan pada periode 2016-2020. Kemudian kilang minyak di Bontang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 300.000 barel per hari dengan operator PT Pertamina (Persero). Sementara nilai investasi kilang Bontang yang “crude”-nya bersumber dari impor tersebut diperkirakan mencapai 10 miliar dolar AS. Dan direncanakan, kilang Bontang akan memasuki tahap EPC pada periode 2016-2020, sementara padan kurun 2021-2025 dilanjutkan dengan EPC sekaligus produksi.

Sedangkan kilang di Cilacap yang direncanakan berkapasitas pengolahan 62.000 barel per hari akan dibangun Pertamina sendiri. Kilang minyak ini diperkirakan membutuhkan dana investasi senilai 1,4 miliar dolar AS dengan sumber “crude” dari impor. Ditargetkan kilang minyak di Cilacap ini akan memasuki tahap produksi pada kurun 2016-2020. Sementara kilang minyak di Tuban direncanakan akan memiliki kapasitas pengolahan 300.000 barel per hari dengan nilai investasi paling besar yakni mencapai 12 miliar dolar AS.

Menurut sumber di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kilang minyak akan berada di Tuban dibangun konsorsium Pertamina dan Saudi Aramco, ditargetkan akan memasuki tahap EPC pada 2016-2020 dan dilanjutkan dengan EPC dan produksi pada periode 2021-2025.

Diharapkan, setelah keempat kilang tersebut beroperasi, maka kapasitas kilang minyak di Indonesia pada 2025 meningkat menjadi 1,837 juta barel per hari. Sementara saat ini Indonesia baru memiliki sembilan kilang pengolahan minyak yang beroperasi dengan kapasitas total mencapai 1,169 juta barel per hari.

Dari 9 kilang minyak yang sudah ada, masing-masing berada di Dumai, Riau berkapasitas 177.000 barel/hari dengan operator Pertamina dengan sumber “crude” dari dalam negeri, kilang di Plaju, Sumsel berkapasitas 127.300 barel/hari juga  dioperasikan Pertamina dengan sumber “crude” dari domestik. Kemudian kilang di Balongan, Jabar yang berkapasitas 125.000 barel/hari dioperasikan Pertamina dengan sumber “crude” juga ari dalam negeri, kilang di Cilacap, Jateng berkapasitas 348.000 barel/hari dengan operator Pertamina dengan sumber “crude” dari impor. Kemudian kilang di Cepu, Jateng berkapasitas 3.800 bare/hari dengan operator Pusdiklat Migas Cepu dan sumber “crude” dari domestik dan kilang milik PT Triwahana Universal di Cepu, Jateng dengan kapasitas 18.000 barel/hari dengan sumber “crude” dari domestik.

Sementara kilang milik PT TPPI di Tuban, Jatim dengan kapasitas 100.000 barel/hari dengan pasokan minyak dari domestik, kilang di Balikpapan, Kaltim berkapasitas 260.000 barel/hari yang dioperasikan Pertamina dan pasokan “crude” dari domestik serta impor serta kilang di Sorong, Papua milik Pertamina berkapasitas 10.000 barel/hari dengan sumber “crude” dari domestik.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.