Berita Nasional Terpercaya

Bocah Cilik Asal Afganistan Sosok Pejuang Kehidupan, Menyemir Sepatu Demi Kehidupan Keluarganya

0

AFGANISTAN, HarianBernas.com– Ada seorang bocah yang rela bekerja menjadi penyemir sepatu demi menghidupi keluarga tercintanya. Bagaimana sih kisahnya?

Bocah ini bernama Sameiullah, yang kini usianya baru menginjak 9 tahun. Ia berasal dari Afganistan. Setiap harinya bocah ini menawarkan jasa semir sepatu di daerah Karta-e-Sakhi, Afganistan dan Kabul demi menghidupi keluarga. Kedua orang tua Sameiullah kondisinya sakit-sakitan. Hal itulah yang membuat Sameiullah tergerak hatinya untuk bekerja di usia dini.

Setiap harinya Sameiullah selalu berjalan kaki dari rumahnya untuk menyusuri daerah perkantoran, pertokoan, dan, masih banyak lagi demi menawarkan jasa semir sepatu. Pakaian yang dikenakannya amat lusuh dan bahkan sudah tak layak lagi digunakan. Tetapi ia tak merasa malu sedikitpun kepada orang atau anak-anak sebayanya, dikarenakan yang ada di dalam pikirannya hanyalah keluarganya saja.  

Terkadang ia menemukan seseorang pelanggan di jalanan, ia pun rela bersimpuh di jalanan kumuh demi mendapati sepeser uang.  Tangan-tangan mungil yang seharusnya memegang pensil di sekolah ia gunakan untuk menyemir sepatu. Ia begitu lincah menyemir sepatu pelanggannya dan menjadikannya mengkilap lagi seperti baru. Kemampuannya tersebut menunjukkan bahwa ia telah melakoni pekerjaan itu sejak lama. 

Walau penghasilannya tak seberepa, namun Sameiullah senantiasa bersyukur atas rezeki yang didapatnya. Sameiullah merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Setiap harinya penghasilan yang didapati hanyalah kurang lebih  50.000 rupiah, meski demikian pendapatannya tersebut tetap ia syukuri.  Ada kalanya Sameiullah tak bekerja sendiri, ia terkadang dibantu oleh sang adik. Kemisikinan yang menimpa hidup mereka membuat mereka labih memilih bekerja dibandingkan dengan sekolah. Apalagi, Sameiullah memiliki adik yang masih balita dan memerlukan susu. Demi mengatasi kondisi seperti itu, Sameiullah langsung berinisiatif untuk bekerja dan menghapus cita-citanya untuk bersekolah. 

Kondisi yang dialami Sameullah dan saudaranya tersebut tidak hanya dialami oleh mereka saja. Pada kenyataannya tidak sedikit anak-anak berumur 5-15 tahun di Kabul terpaksa mogok bersekolah demi bekerja. Melihat keadaan anak-anak yang sangat ulet bekerja demi menghidupi keluarganya, tentunya membuat hati kita tersentuh dan merasa kasihan.

Nah, bukankah kehidupan anda lebih baik dari Sameullah? Harus lebih semangat dalam menjalankan hidup ini ya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.