Berita Nasional Terpercaya

Asyiknya Menjadi “Wartawan Kagetan”

0

SELAMA empat hari, tanggal 24-27 November 2015, enam orang staf Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Yogyakarta mengikuti Pelatihan Jurnalistik 2015 yang diselenggarakan Gama Informatika Yogyakarta (Hebat Group) di Kantor Hebat Group, Ring Road Utara No 7A, Caturtunggal Depok, Sleman, Yogyakarta. Narasumber wartawan Harian BERNAS. Pelatihan berupa penyampaian materi di kelas, diskusi, sampai on the spot reporting. Kunjungan lapangan dilaksanakan di Kantor  Balai PMD Yogyakarta, Omah Kampung Bantul, dan STPMD “APMD” Yogyakarta. “Ternyata jadi wartawan itu mengasyikkan ya? Meski ‘wartawan kagetan’,” komentar Dewi Saraswati SIP MSi.  Keenam staf Balai PMD Yogyakarta itu adalah : Fahrul Rosi Hasibuan SE, Rachmi Septriliasari SE, Eko Sulistya Susilowati, Dewi Saraswati SIP MSi, Zaenatun Nafi’ah SE dan Retno Yuni Wulandari SH. Mereka ditugaskan kepala balai Drs Edy Supriyanta MSi. Berikut laporan para “wartawan kagetan” itu. – Redaksi.

Pelatihan bagi TP PKK

Jogja, HarianBernas.com – Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri bekerjasama dengan Balai Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Yogyakarta mengadakan Pelatihan Pengelolaan Program dan Penyuluhan bagi Tim Penggerak PKK (LP3PKK) di kantor balai Jalan Raden Ronggo Km 1,5 Tirtomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, 23-27 November 2015. Peserta pelatihan dari Tim Penggerak PKK Pusat dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sleman, sedangkan panitia pelatihan ini berasal dari Pusat dan ditambah dari Balai PMD Yogyakarta.

Kegiatan ini dibuka oleh  Kepala Balai PMD Yogyakarta Drs.Edy Supriyanta, M.Si dan diberikan sambutan oleh Hj. Grace Tursandi selaku Tim Penggerak PKK Pusat. Grace Tursandi mengemukakan tujuan diadakannya kegiatan ini yaitu untuk mencetak TP-PKK dan Kader PKK sebagai Pengelola Program dan Penyuluh yang mampu, terampil dan mau melaksanakan tugas bimbingan, fasilitasi dan pengelolaan 10 Program Pokok PKK.

Baca juga: Sikap Terpuji Nabi Idris, Sosok yang Cerdas dan Kreatif pada Zamannya

Ketua Pokja II Tim Penggerak PKK Pusat Dra Mayam S Meliala menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan agar fasilitator pusat yang dilatih dapat melatih ke tingkat provinsi, demikian juga fasilitator dari tingkat provinsi dapat melatih kabupaten-kota, sampai ke tingkat paling bawah. “Namun tidak menutup kemungkinan bila daerah kekurangan pelatih/fasilitator dapat meminta pelatih/fasilitator dari pusat,” kata dia.

Dalam kegiatan pelatihan ini peserta diminta praktek satu orang  satu Sub Pokok Bahasan dengan materi yang telah diundi. Kegiatan praktek mengajar ini merupakan lanjutan dari TOT yang telah dilaksanakan tahun sebelumnya di Jakarta. Dalam praktek mengajar peserta dinilai oleh tim yang ditunjuk dari Balai PMD Yogyakarta, dengan aspek penilaian meliputi : Penguasaan materi, Metode penyampaian, Media yang digunakan dan Etika dalam penyampaian.

Dengan demikian dari kegiatan pelatihan ini benar-benar diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan bagi jajaran Tim Penggerak PKK agar mau dan mampu menjadi pengelola,  pembimbing dan penyuluh 10 Program Pokok PKK maupun Program-program Pemerintah yang erat kaitannya dengan 10 Program Pokok PKK.

Pelatihan penyusunan profil desa

Dalam rangka penyediaan informasi dan data yang valid dan komprehensif sesuai fakta sebagai rujukan perencanaan pembangunan desa dan kelurahan, diperlukan Sistem Informasi Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan berdasarkan Undang-undang Nomor 6  Tahun 2014 pasal 86. Pemerintah Provinsi berkewajiban memfasilitasi penyusunan dan pendayagunaan sistem informasi tersebut, melalui kegiatan sistem pendataan dan pendayagunaan profil desa dan kelurahan dilakukan up-dating tiap tahun secara berkelanjutan sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 12 Tahun 2007.

Peserta pelatihan penyusunan profil desa ini sebanyak 25 (dua puluh lima) orang yang mewakili 25 (dua puluh lima) desa berasal dari aparatur desa di Kota Banjar. Pelatihan ini  dilaksanakan pada tanggal 27-28 November 2015 di Hotel Quin Colombo Yogyakarta. Materi yang disampaikan antara lain: validasi potensi, validasi perkembangan desa, validasi data dasar keluarga, pembacaan indeks dan pendayagunaan data profil desa. Narasumber pelatihan penyusunan profil desa berasal dari Fasilitator Desa di DIY Asnawi, Fasilitator Desa di Provinsi Jateng Feri Kurniawan, Perangkat Desa dari Desa Tamanmartani Ujang dan Kepala Balai PMD Yogyakarta Drs. Edy Supriyanta, M.Si.

Profil Desa dan Kelurahan merupakan himpunan informasi dan data kondisi nyata dan menyeluruh tentang kependudukan, kelembagaan, dan pemerintahan desa/kelurahan yang meluputi: data potensi desa/kelurahan dan tingkat perkembangan desa/kelurahan. Data potensi desa/kelurahan menggambarkan potensi-potensi yang ada di desa dan kelurahan, yang terdiri dari potensi SDM, SDA, kelembagaan, dan sarana prasarana yang dapat dipergunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, selain itu untuk menentukan karakteristik unggulan dan kompetitif desa/kelurahan serta meningkatkan investadi desa/kelurahan. Data tingkat perkembangan desa/kelurahan adalah status tertentu capaian hasil keberhasilan pembangunan yang mencerminkan tingkat kemajuan masyarakat, pemerintahan desa/kelurahan serta pemerintahan kabupaten/kota dalam melaksanakan pembangunan desa/kelurahan.

Pendayagunaan data profil desa/kelurahan diarahkan untuk : Data potensi desa/kelurahan digunakan untuk menentukan tingkat potensi umum, potensi perkembangan tipologi desa/ kelurahan. Data tersebut digunakan sebagai referensi RPJMDes, investasi maupun pengembangan usaha masyarakat.

Selain itu, data tingkat perkembangan desa/kelurahan digunakan untuk menentukan laju perkembangan desa/kelurahan. Analisis laju perkembangan desa/kelurahan digunakan untuk menentukan klasifikasi desa/kelurahan (swasembada, swakarya, dan swadaya) dan status kemajuan desa/kelurahan kategori mula, madya dan lanjut. Sehingga dapat dinilai indeks ekonomi masyarakat, indeks pendidikan masyarakat, indeks kesehatan masyarakat, indeks partisipasi politik masyarakat, indeks keamanan dan ketertiban, indeks peran serta masyarakat dalam pembangunan dan indeks perkembangan desa/ kelurahan.

Tujuan dari pelatihan penyusunan profil desa adalah tersedianya data primer profil desa/ kelurahan (data potensi dan tingkat perkembangan desa/kelurahan) sebagai gambaran menyeluruh masing-masing desa/kelurahan di Kota Banjar, terpublikasinya data dan informasi profil desa dalam website maupun media, mendorong perencanaan pembangunan desa/kelurahan berbasis data profil desa/ kelurahan (baik RPJMDes maupun RKP).

Baca juga: Inilah 99 Asmaul Husna Beserta Artinya Bahasa Indonesia Lengkap

Menurut keterangan, untuk pelatihan profil desa ini nantinya akan diperluas sampai ke wilayah bagian tengah Indonesia. Keberadaan profil desa diperkuat dengan adanya Permendagri Nomor 12 Tahun 2007. Namun, pada saat pertama kalinya profil desa diluncurkan, sistem pendataannya masih bersifat offline, belum memakai internet atau online. (Rachmi Septriliasari SE/Urusan Keuangan dan Zaenatun Nafi’ah SE/Urusan Kepegawaian). (Dewi Saraswati, M.Si dan Retno Yuni Wulandari, SH, Staff Bagian Umum, Fahrul Rosi Hasibuan SE, Eko Sulistya Susilowati, Balai PMD Yogyakarta).

Leave A Reply

Your email address will not be published.