Berita Nasional Terpercaya

Tak Ada APBD untuk Revitalisasi Pasar

0

JOGJA, HarianBernas.com ? Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menghentikan revitalisasi pasar tradisional. Tiga tahun terakhir ini, Pemkot selalu mengadakan kegiatan revitalisasi pasar tradisional. Namun, tahun depan, Pemkot tidak menganggarkan dana untuk revitalisasi pasar.

Kepala Dinas Bangunan Gedung dan Aset Daerah (DBGAD) Kota Yogyakarta Hari Setya Wacana mengatakan, tahun ini DBGAD merevitalisasi dua pasar tradisional dengan menggunakan dana APBD Kota Yogyakarta. Yaitu Pasar Karangwaru di Tegalrejo, Jogja dan Pasar Kranggan, salah satu pasar terbesar di Jogja.

?Total anggaran yang digunakan untuk revitalisasi lebih dari Rp 5 miliar. Untuk Pasar Kranggan, tahun ini revitalisasi tahap akhir. Untuk tahun depan, kita tidak menganggarkan (dana) untuk revitaliasi (pasar). Tapi tetap akan ada dana untuk pemeliharaan,? terangnya.

Selama beberapa tahun ini, Pemkot Yogyakarta melakukan pembenahan besar-besaran di pasar-pasar tradisional yang ada di Jogja. Salah satu tujuannya agar pasar tradisional tidak tergusur pasar modern akibat ditinggalkan masyarakat. Dalam setahun, paling tidak ada dua pasar yang direvitaliasi menggunakan dana APBD.

?Tahun depan tidak ada anggaran APBD khusus untuk revitaliasi pasar. Tahun depan kita fokus memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan,? tutur Hari.

Selain itu, Pemkot juga melakukan pembenahan pasar menggunakan dana pemerintah pusat berupa Dana Alokasi Khusus (DAK). Tahun ini, Pasar Serangan jadi sasaran revitalisasi dengan dana DAK sekitar Rp 1,7 miliar. Tahun depan pun bisa jadi tetap ada DAK untuk revitaliasi pasar. Sayangnya, daerah tidak leluasa menggunakannya.

?Belum bisa dipastikan. Karena biasanya mendadak dan jumlahnya sudah ditentukan dari pemerintah pusat, bukan atas usulan dari daerah. Pemanfaatannya juga terbatas, untuk membangun kios, tidak boleh untuk yang lain,? kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta, Suyana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.