Berita Nasional Terpercaya

Syukurlah! Murid-murid Istimewa Ini Mendapat Guru Teristimewa

0

FLORIDA, HarianBernas.com— Bagaimana perasaan kalian jika bertemu dengan orang autis? Kasihan? Prihatin? Atau malah takut?

Apapun perasaan anda, autis bukanlah sebuah keputusan. Bukankah orang tersebut tidak dapat memilih untuk lahir sebagai autis atau normal? Bahkan orang tuanya pun tidak dapat memilih hal seperti itu. Bila orang autis dipandang sebelah mata oleh banyak orang, maka tidak bagi pria yang satu ini. Kok bisa? Simak kisahnya!

Bukannya memandang sebelah mata, pria ini malah membimbing mereka yang autis. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, ia memilih untuk hidup bersama dengan orang-orang autis.

Waaaahh, keren ya? Siapa dia?

Chris Ulmer, seorang guru yang mengajar di sekolah luar biasa di Florida. Ia tidak memandang sebelah mata murid-muridnya yang memiliki keistimewaan (autis). Justru ia sangat menyayangi mereka. Chris Ulmer tidak membuat murid-muridnya merasa terbebani dengan keistimewaan yang mereka miliki.

Setiap pagi, selama kurang lebih 10 menit, Chris selalu memberikan pujian dan penghargaan bagi mereka yang memiliki keistimewaan. Ia membuat agar murid-muridnya termotivasi, lebih gembira, berperilaku lebih baik, dan merasa nyaman di kelas, sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Chris Ulmer selalu memberikan tema tiap harinya, seperti “Monday Funday? dan ?Toast Tuesday”. Ia selalu memperhatikan murid-muridnya satu persatu dengan penuh perhatian. Dengan persetujuan dari orang tua murid, Chris mengunggah satu video berisi tentang murid-muridnya. Sepertinya seru sekali bukan?

Aku senang sekali kalian ada di kelasku. Menurutku kalian lucu. Kalian pemain bola yang hebat. Semua di sini mencintaimu,?

Hal ini diungkapkan Chris di video saat murid-muridnya berdiri di depan kelas, dan Chris mengucapkan hal ini pada masing-masing muridnya. Terjadi perubahan besar dari dalam diri murid-muridnya. Terutama psikis pada murid-muridnya yang memiliki keistimewaan seperti autis, cacat otak fraumatis, kesulitan bicara, hingga tidak adanya saluran penghubung belahan otak. ?Mereka semua berasal dari lingkungan yang terpisahkan (dari para siswa pendidikan umum). Mereka sekarang turut serta dalam kegiatan sekolah, menari di hadapan ratusan anak lain dan bahkan dalam klub debat.? ungkap Chris.

Kecerdasan otak memang penting, tetapi pendekatan psikologi juga tak kalah penting. Bila anda masuk sekolah, dan anda merasa tidak nyaman karena anda diperlakukan sebagai kaum tersisih, bisakah anda tetap belajar? Membenci itu mudah, bagaimana dengan mengasihi?

Leave A Reply

Your email address will not be published.