Berita Nasional Terpercaya

Ini Yang Dilakukan Pelari Perempuan Asal Kenya Yang Membuatnya Mendapat Penghargaan Setara Juara

0

AUSTIN, HarianBernas.com— Menaklukan semua keletihan yang telah didera fisiknya, semangat luar biasa pelari asal Kenya ini tidak putus asa. Walau harus merangkak, Ngetich bertekad menyelesaikan lomba lari marathon. Kisah nyata yang sulit dipercaya ini benar-benar terjadi. Di ajang Austin Marathon and Half Maratho Sunday tahun 2015, bukti semangat itu tersiar.

Wanita ini bernama lengkap Hyvon Ngetich, pelari Kenya berumur  29 tahun ini tengah berada di jajaran terdepan. Menempuh jarak 23 mil, Ngetich terlihat gagah bersama dengan para pelari top wanita lainnya. Kemenangan seolah sudah berada di pelupuk matanya. Tetapi kelelahan perlahan melandanya. Lalu bagaimana kondisi Ngetich saat itu?

Bayangan yang sudah terlihat kabur mulai dialami Ngetich. Seketika garis finis sudah sangat dekat. Semua tubuh Ngetich sudah berontak, tida mampu lagi untuk melanjutkan larinya. Tetapi, Ngetich juga menyerah. Tidak mampu lagi berlari, Ngetich sempat kolaps, lututnya sudah menyentuh jalan beraspal. Dengan sedikit tenaga yang masih tersisa, Ngetich memutuskan terus berlari walaupun dengan lutut yang harus menopang badannya.

Mengetahui kondisinya, tim medis pun segera berlari menghampiri Ngetich. Membawakannya kursi roda, Ngetich menampik bantuan dari para tim paramedis. Ratusan pasang mata seketika melihat kejadian tersebut. Di jalan Congress Avenue, Ngetich terus saja merangkak. Tim medis terus berjaga, mengawai setiap langkah yang dijejakannya. Satu orang saja menawarkan bantuan pada Ngetich, panitia akan mendiskualifikasinya. Pada satu titik, Ngetich meminta berhenti. 

Sewaktu tubuhnya  mulai mengumpulkan tenaganya, pelari Hanna Steffan menyusulnya. Posisi ke-2 Ngetich telah direbutnya. “Kamu berlari dengan berani, merangkak paling berani yang pernah saya lihat sepanjang sejarah. Kamu selayaknya mendapatkan penghargaan dan saya memutuskan untuk menyesuaikan hadiah yang kamu terima, sama dengan nilai yang diterima jika menjadi juara kedua,” kata pelaksana perlombaan, John Conley kepada Ngetich.

Dengan merangkak jelang garis finis, Ngetich mencatat waktu lari dalam ajang marathon ini selama 2 jam 34 menit 42 detik. Ngetich mengatakan, salah satu yang membulatkan tekadnya untuk mengakhiri lomba tersebut adalah teriakan seorang penonton yang mengatakan dirinya tinggal sedikit lagi menyentuh garis finis.

Leave A Reply

Your email address will not be published.