Berita Nasional Terpercaya

Persiapkan Diri sebagai Paku Alam X, KBPH Suryodilogo Banyak Belajar dan Lakukan Persiapkan Batin

0

JOGJA, HarianBernas.com ? Kanjeng Bendara Pangeran Harya (KBPH) Suryodilogo selaku calon Paku Alam X mengaku mempersiapkan diri baik secara fisik, maupun mental dan spiritual untuk menggantikan ayahandanya yang mangkat KGPAA Paku Alam IX. Tak hanya mempersiapkan diri sebagai calon pemangku kekuasaan Kadipaten Paku Alam, dirinya juga menempa diri untuk siap mendampingi Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai Wakil Gubernur DIY.

?Pasti ada kalau persiapan khusus, terlebih sebagai orang Jawa pasti ada, tidak perlu saya sebutkan. Tapi intinya saya harus banyak belajar,? ujarnya.

Saat diwawancara HarianBernas.com, Jumat (4/12) malam, usai jamuan makan malam dan ramah tamah bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompida) DIY, Suryodilogo mengaku telah banyak belajar dari mendiang KGPAA Paku Alam IX. Baik dari segi keseharian, maupun piwulang (ajaran) yang diberikan sang ayah kepada Suryodilogo.

?Saya sudah banyak belajar, mungkin lebih memperdalam persiapan batin, bahkan dari era PA VIII, beliau (PA VIII) sudah banyak memberi wejangan, almarhum PA IX juga banyak memberikan contoh,? ungkap dia.

Pria yang bernama lahir RM Wijoseno Hario Bimo itu juga mengaku telah banyak belajar dari sosok Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sebab itu, saat disinggung tentang kesiapan untuk mendampingi Sultan, Suryodilogo mengaku siap.

?Saya juga belajar dari Ngarsa Dalem, dan dalam keseharian kebetulan saya juga ditugaskan di Kepatihan (Pemda DIY),? ungkap Kepala Biro Administrasi Pemda DIY.

Beberapa unsur Forkompida tampak hadir saat jamuan makan malam seperti Kajati dan Ketua Pengadilan Tinggi DIY, Ketua Pengadilan Tinggi Agama DIY, Danlanal DIY, Gubernur AAU, Dandim 0734 Kota Yogyakarta. Selain itu, hadir pula bupati dan walikota dari lima kabupaten/kota.

Usai jamuan, penghageng Pura Paku Alam, KPH Kusumoparastho dan KPH Suryoadinagoro sempat mengisahkan sejarah perjalanan dan berdirinya Kadipaten Pakualaman. Termasuk, tokoh-tokoh nasional yang lahir dan dibesarkan di Pura Pakualaman.

 

Beban berat

Meski siap menjadi Paku Alam X, Suryodilogo mengakui tetap merasakan beban berat di pundaknya. Baginya tidak mudah untuk menjadi raja yang berkewajiban mengayomi masyarakat.

?Pasti ada beban, di mana-mana beban itu pasti ada. Nggak usah jadi raja, jadi manusia saja pasti ada beban yang ditanggung. Itu dinamika, pasti ada (beban),? terang pria kelahiran 15 Desember 1962 ini.

Terkait dengan rencananya sebagai raja usai penobatan pada 7 Januari 2016 mendatang, Suryodilogo menyatakan akan memajukan dan melestarikan kebudayaan Jawa yang tumbuh dan berkembang di Kadipaten Pakualaman.

?Kadipaten Pakualaman dengan masyarakat kecilnya mungkin dapat memberikan kontribusi sebagai pelestari dan mengembangkan budaya yang ada,? ungkap dia.

Beberapa kegiatan akan terus dilestarikan seperti forum dan sarasehan budaya Sabtu Pahing, pertunjukan seni budaya, rekonstruksi tari, dan pelestarian naskah kuno.

?Kita juga akan menghidupkan kembali panahan tradisional (jemparingan) dan batikan (membatik) di Pura,? tandasnya.

KBPH Suryodilogo diangkat sebagai putra mahkota pada 31 Januari 2012 pada upacara Tingalan Dalem 76 Tahun KGPAA Paku Alam IX. Pada 21 November kemarin, dirinya sempat ditunjuk sebagai pelaksana harian Kadipaten Pakualaman.

Sementara itu, Ketua DPRD DIY Yoeke Agung Indra Laksana menyatakan pihaknya telah berkirim surat ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang pemberhentian Wakil Gubenur KGPAA Paku Alam IX dikarenakan wafat. Surat itu juga ditembuskan kepada Presiden Joko Widodo.

?Harapannya nanti kami akan segera menerima surat dari Presiden atau surat keputusannya. Dan sepanjang itu kita juga menunggu proses yang ada di sini (Pura). Alhamdulillah ini sudah ada informasi tanggal 7 (Januari),? kata Yoeke usai mengikuti acara silaturahmi dan jamuan makan malam.

Jika proses penobatan nantinya sukses dilalui, DPRD DIY meminta agar pihak Pura segera berkirim surat kepada dewan untuk pemrosesan pengisian jabatan Wakil Gubernur. ?Nanti begitu jumenengan berjalan dengan baik, segera saja supaya ada surat resmi dari pihak penghageng bahwa yang bertahta saat ini adalah KBPH Suryodilogo. Setelah itu, segera kita akan membentuk pansus penetapan,? tambahnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.