Berita Nasional Terpercaya

Sisi Lain Dari Raja Inggris Yang Tak Diketahui Orang Namun Menginspirasi

0

INGGRIS, HarianBernas.com— Saya tidak mampu berbicara dengan baik di hadapan umum. Saya gagap! Saya gugup!
Saya tidak punya pengalaman berbicara di muka umum!

Apakah anda pernah mengalami hal tersebut di atas? Jika Ya, anda tidak sendiri.

Pada tanggal 14 Desember 1895 di York Cottage lahir putra kedua kerajaan Inggris. Sebagai anak kedua, ia tidak diharapkan untuk mewarisi tahta kerajaan. Sehingga ia hanya hidup di bawah bayang-bayang kakaknya, yang pada suatu hari nanti menjadi raja menggantikan ayahnya. Selain itu, sejak berumur lima tahun, ia telah menderita gagap. Karena gagapnya itu, ia menjadi takut ketika berbicara di depan umum. 
Setelah beranjak dewasa, sebagai pangeran, ia mulai mengambil tugas kerajaan dan hal ini mengharuskannya berpidato kepada publik. Cobaan mulai muncul ketika ia diharuskan berpidato pada British Empire Exhibition di Wembley pada tanggal 31 Oktober 1925. Pidato kali ini bukan hanya cobaan baginya, melainkan juga cobaan bagi pendengar pidatonya. 

Agar pidatonya lebih baik di kemudian hari, ia menemui Lionel Logue, seorang terapis bicara kelahiran Australia. Lionel Logue merupakan salah satu terapis yang cukup berpengalaman serta memiliki metode luar biasa dalam merawat pasiennya. Setelah bekerja keras dan terus berusaha, akhirnya perubahan pun terjadi, penyakit gagap yang telah dideritanya selama bertahun-tahun berangsur membaik. Sebagai hasil dari pelatihannya, ia berhasil menyampaikan pembukaan di Parlemen Federal Australia di Canberra pada tahun 1927, dan ia mampu berbicara dengan sedikit terbata-bata.

Pada tanggal 20 Januari 1936, ayahnya meninggal dunia karena sakit. Dengan demikian, secara otomatis kakaknya diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Pengangkatan kakaknya menjadi raja sangat dikhawatirkan oleh banyak orang, terutama Perdana Menteri Stanley Baldwin, yang telah mengetahui seluk beluk keluarga kerajaan Inggris. Menurut perdana menteri tersebut, kakaknya sering main perempuan, dan bertanggung jawab atas tindakan sembrono yang terjadi pada tahun 1920 dan 1930an. Kakaknya juga diketahui sedang menjalin hubungan dengan Wallis Simpson, seorang janda yang telah menikah dua kali. Walaupun telah diingatkan oleh Perdana Menteri Stanley Baldwin bahwa kakaknya tidak dapat terus menjadi raja dan menikahi janda dengan dua mantan suami yang masih hidup, kakanya tidak mengindahkan peringatan perdana menterinya. Karena cintanya dan keinginannya untuk menikahi Wallis, kakaknya turun dari tahta kerajaan secara sukarela setelah memimpin kurang dari setahun (20 Januari 1936 ? 11 Desember 1936). Dalam pidato pengunduran diri kakaknya memalui radio, kakaknya mengatakan bahwa ia tidak bisa melakukan tugas-tugasnya sebagai raja tanpa didampingi wanita yang dicintainya. 

Karena kakaknya belum menikah dan tidak memiliki anak, maka sebagai adik, ia merupakan pewaris tahta yang pertama. Ia adalah Albert Frederick Arthur George, yang kemudian dikenal sebagai Raja George VI. Ia resmi menjadi Raja George VI, dan dinobatkan pada tanggal 12 Mei 1937. Kemungkinan meningkatnya perang di Eropa mendominasi awal pemerintahan Raja George VI. Akhirnya pada tahun 1939, Inggris menyatakan perang terhadap Nazi Jerman dan ikut dalam Perang Dunia II.

Raja George VI diharuskan menyampaikan pidato deklarasi keterlibatan Inggris dalam perang pada 3 September 1939. Pidato tersebut disiarkan melalui radio ke seluruh negeri. Selama siaran berlangsung, sang terapis Lionel Logue berada dalam ruangan mendampingi raja. Pidato selama hampir 6 menit tersebut dilakukan dengan baik oleh Raja George VI. Karena kesuksesannya, ia mendapatkan sambutan hangat dari rakyat dan anggota kerajaan. Sejak saat itu, raja dan ratu (istrinya) sering memberikan dukungan berupa pidato dan kunjungan-kunjungan ke seluruh negeri, dan menjadi simbol perlawanan nasional pada saat itu.

Demikianlah, kisah pangeran gagap yang akhirnya menjadi raja yang mahir berpidato.

Leave A Reply

Your email address will not be published.