Berita Nasional Terpercaya

Velove Yakin Sang Ayah, Kaligis, Dapat Putusan yang Adil

0

JAKARTA, HarianBernas.com–Siapa pun boleh berharap dan yakin, tapi putusan akhir ada pada hakim. Tak terkecuali bagi artis Velove Vexia, yang yakin dan optimistis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat akan memutuskan secara adil bagi sang ayah, pengacara OC Kaligis. Dan bagi Velove, putusan yang adil hanya lahir bila hakim memiliki hati nurani.   

Velove Vexia di Jakarta, Jumat (11/12) mengatakan, setiap sidang untuk mendengar keterangan saksi dan ahli, ia yakin hakim akan mengeluarkan putusan secara adil pekan depan. Dan bintang sinetron itu berharap putusan yang adil merupakan hak seseorang, apalagi kasus yang menjerat sang ayah tidak merugikan keuangan negara.

Menurut Velove, tuntutan jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghukum sang ayah selama 10 tahun dianggap tidak adil. Sebab sang ayah yang merupakan pengacara kondang itu tidak mencuri uang negara dan tidak dalam operasi tertangkap tangan (OTT). Hal itu ditegaskan Velove terkait tuntutan jaksa KPK pekan lalu yang menuntut Kaligis selama 10 tahun penjara karena dituduh menyuap hakim PTUN Medan, Sumatera Utara. Velove yang lahir di Jakarta, 13 Meret 1990 itu meminta hakim juga dapat mempertimbangkan sejumlah pembelaan yang sudah dibeberkan selama persidangan.

Sidang putusan atas perkara Kaligis yang dibacakan anggota majelis hakim Kamis (10/12) akhirnya ditunda hingga pekan depan karena hakim Ketua Sumpeno sedang menjalani perawatan akibat sakit. Sebelumnya, jaksa menuntut Kaligis lebih tinggi daripada M Yaghari Bastara alias Gerry, padahal Gerry merupakan OTT oleh KPK di Medan. Hal itu dinilai Velove tidak adil.

Pengacara lain yang kena OTT, menurut Velovem juga hanya dituntut paling tinggi 4,5 tahun, tapi mengapa ayahnya sampai 10 tahun. Pihak keluarga Kaligis menganggap tuntutan jaksa tidak adil dan ada sesuatu yang perlu dimaknai dan tidak masuk akal.

Kaligis sendiri mengaku  bukan OTT oleh KPK tapi dituntut tinggi selama 10 tahun penjara dan dianggap penuh kebencian. Padahal, dalam paket yang sama dengan hakim PTUN Medan Tripeni Irianto Putro dan penitera Syamsir Yusfan dituntut masing-masing empat tahun dan 4,5 tahun, sedangkan sesuai KUHP dan yurisprudensi, mestinya dituntut setengah dari mereka.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.