Berita Nasional Terpercaya

Tol Laut Mulai Terwujud, Pelayaran Perdana Angkut 353 Ekor Sapi

0

JAKARTA,HarianBernas.com —Program pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla untuk membuat tol laut mulai terwujud. Pada Jumat (11/12), Presiden melepas pelayaran perdana kapal ternak KM Camara Nusantara 1 yang mengangkut 353 ekor sapi jantan dengan bobot rata-rata 250-350 kilogram dan diperkirakan rata-rata produksi daging sapi 125 kg/ekor.

Menurut Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/12), ke-353 ekor sapi yang diangkut kapal tersebut masuk ke Bulog. “Yang penting kita tunjukkan ini bisa. Pecah telur,” kata Menteri.

Ternak sapi yang dibeli dari NTT untuk DKI Jakarta tersebut dilakukan oleh Bulog yang diwakili Dolog. Ternak dengan harga bobot hidup Rp 30.000 per kg tersebut kemudian dikirim ke kandang ternak lokal di Jalan Andini Sakti desa Gandasari, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi Jawa Barat milik Perum Bulog.

Selanjutnya ternak akan dipulihkan selama dua hari di kandang penampungan Dolog, kemudian sapi dapat dimanfaatkan oleh pembeli sebagai sapi bakalan dan siap potong. Menurut Menteri Amran, sapi-sapi tersebut didatangkan dari Pelabuhan Tenau Kupang, NTT dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta setelah melalui perjalanan semalam lima hari. Pengawalan ternak selama perjalanan dari Kupang menuju Jakarta dilakukan oleh petugas kesehatan hewan sebanyak tujuh orang, terdiri dari lima orang dari BBVet Denpasar dan dua dari Karantina Pertanian Kelas I Kupang.

Dikatakan, ke depan pihaknya akan mengangkut sapi dari NTT ke Jakarta dua kali sebulan sehingga 150-200 ribu kg daging sapi akan masuk ke Jakarta setiap tahun. Selanjutnya, kapal tersebut akan mengangkut sapi dari Sulsel, NTB, Jatim dan Lampung. Penggunaan kapal tersebut untuk mengubah struktur pasar menjadi produksi lokal 80 persen.

Ini hampir dikatakan tidak berhubungan dengan impor karena hanya mengubah struktur pasar saja. Tingkat kesejahteraan petani bisa naik. Menciptakan tata pasar baru,” ujar Amran.

Pengiriman sapi dari daerah produsen dengan memanfaatkan kapal angkut ternak atau pemanfaatan tol laut ke daerah konsumsi bisa dimaksimalkan karena diyakini mampu menekan harga distribusi sapi. Pemerintahan Presiden Jokowi-Wapres Jusuf Kalla melakukan upaya optimalisasi guna menata distribusi ternak sapi nasional dan perbaikan tata niaga dengan memanfaatkan kapal angkut khusus ternak, sehingga sapi dari NTT tidak lagi diangkut dengan kapal barang atau truk dengan jarak yang sangat panjang.

Penggunaan kapal khusus ternak antarpulau atau yang disebut tol laut diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan sapi di daerah konsumsi oleh daerah sentra produksi. Kapal pengangkut ternak KM Camara Nusantara 1 yang memiliki 500 ruang untuk sapi dengan standar Internasional akan terus dimanfaatkan untuk pengiriman ternak dari wilayah produsen ternak seperti NTT, NTB dan Jawa Timur ke daerah konsumsi seperti Jabodetabek.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.