Berita Nasional Terpercaya

Penemu Planet Saturnus Adalah Seorang Ahli Matematika. Benarkah?

0

Belanda, HarianBernas.com – Sejak kecil, ia sudah dididik untuk menjadi ilmuwan hebat. Ia berasal dari keluarga terpandang. Sejak kecil pula, ia sudah privat dengan ilmuwan terkenal.

Siapakah dia?

Christian Huygens, seorang pria yang ditakdirkan untuk menjadi ilmuwan hebat. Ia lahir pada 14 April 1629 di Hague, Belanda. Ayahnya adalah seorang diplomat yang menginginkan Christian untuk menjadi ilmuwan hebat. Segala cara dilakukan untuk anaknya. Ia meminta Descartes dan Mersenne untuk mengajari anaknya. Christian muda mampu belajar geometri, mekanika dan memainkan alat musik saat usianya 16 tahun. Guru yang dikenal sangat berjasa bagi Christian adalah Descartes. Ia berhasil membangun minat Christian dalam bidang matematika.

Hidupnya dipenuhi dengan matematika. Dari tahun 1645, Christian memilih untuk melanjutkan pembelajaran di bidang matematika dan hukum. Tahun 1649, Christian pergi ke Denmark dan berharap dapat melanjutkan ke Stickholm untuk bertemu dengan Descartes. Namun, saat itu cuaca tidak mendukung.

Tahun 1651, Christian Huygens menerbitkan Karya Ilmiahnya yang pertama kali, yaitu Cyclometriae yang membahas tentang lingkaran. 3 tahun kemudian, Christian menghasilkan De Circuli Magnitudine Inventa, yang membahas berbagai macam hal ilmiah. Pada tahun yang sama, Christian menemukan metode baru pembuatan lensa. Lensanya ini, dipakai oleh beberapa peneliti untuk mengamati planet, satelit, dan hal ruang angkasa lainnya. Ternyata, Christian juga berminat pada bidang antariksa. Ia bahkan menjelaskan tahap dan perubahan fase cincin Saturnus, yang disetujui pula oleh ilmuwan lain.

Jika mau diceritakan, maka karya seorang Christian Huygens sangat banyak. Perjuangan, kerja keras, dan keuletannya membuahkan hasil yang memuaskan baginya. Christian sempat jatuh sakit, akibat sering bolak-balik Perancis-Belanda. Walaupun sedang sakit, hal ini tidak menghalangi tangan Christian untuk terus berkarya. Kedudukannya semakin dipersulit ketika Raja Louis XIV menyerbu Belanda. Christian harus kembali ke Perancis untuk melanjutkan penelitiannya.

Christian memiliki salah seorang murid yang membanggakan. Ia adalah Leibniz. Mereka bertemu pada tahun 1672 di Perancis. Leibniz sangat berhutang budi pada Christian, sebab darinyalah ia belajar matematika. Christian mampu memotivasi Leibniz untuk belajar di bidang yang tidak semua orang sukai itu. Christian juga mempelajari tentang teori Newton. Hingga akhirnya, ia menemukan satelit Saturnus.

Waaaahhh, ternyata dari matematika, kita bisa terjun kemana-mana.

Leave A Reply

Your email address will not be published.