Berita Nasional Terpercaya

Gunung Sinabung Keluarkan Material Vulkanis

0

MEDAN,HarianBernas.com–Aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Senin (14/12) terus meningkat. Bahkan sejak pagi, Gunung Sinabung mengeluarkan material vulkanik diseretai semburan awan panas ke udara. Hingga kini, Gunung yang terletak di Desa Jaranguda, Karo, Sumatera Utara itu bersatuts awas atau level IV sejak 2 Juni 2015, sehingga sedikitnya 7.000 warga masih mengungsi.

Sementara itu aktivitas vulkanik Gunung Bromo, Jawa Timur juga terus meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Berdasarkan pengamatan seismik dari tremor amax dari pos pengamatan Gunung Bromo PVMBG, jika sebelumnya tremor amax 3-22 mm dominan lima mm pada Sabtu (12/12) pukul 06.00-12.00 WIB, maka sejak Minggu hingga Senin telah meningkat menjadi 3-28 mm..

 Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, semburan abu vulkanik meningkat menjadi 1.500 m di atas puncak Gunung Bromo. Asap kelabu tebal menyembur ke arah Barat-Barat Laut, sehingga Bandara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur ditutup lagi hingga Senin (14/12). “Bandara akan dibuka atau ditutup kembali disesuaikan dengan kondisi sebaran asap Gunung Bromo,” kata Sutopo Purwo Nugroho.

Dengan meningkatnya aktivitas Gunung Bromo maka rencana kontinjensi menghadapi erupsi Gunung Bromo segera diselesaikan. Rapat koordinasi kesiapan (Renkon) disusun di lima kabupaten/kota yang berada di Gunung Bromo yaitu Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang dan Kota Malang.

Dikatakan, rapat koordinasi kesiapsiagaan erupsi Gunung Bromo telah digelar sejak Selasa (8/12) lalu, yang diikuti BNPB, PVMBG, BMKG, BPBD, TNI, Polri dan sebagainya. Dan Pemda Kabupaten Probolinggo sudah cukup siap menghadapi kemungkinan erupsi Gunung Bromo. Ini antara lain ditandai dengan pemasangan rambu-rambu peringatan, jalur evaluasi, titik kumpul dan sebagainya. Mereka juga telah menyiapkan posko lapangan di Kecamatan Sumber dan Kecamatan Sukapura disertai upaya sosialisasi yang terus-menerus dengan gladi lapang.

BNPB juga sudah menyiapkan dana siap pakai Rp 2,5 miliar menghadapi kondisi terburuk. Menurut Sutopo, kendala yang dihadapi adalah infrastruktur jalan untuk jalur evakuasi belum memadai. Selain itu jaring komunikasi yang menghubungkan wilayah-wilayah yang terdampak belum optimal.

Sementara di Kabupaten Lumajang, sosialisasi kepada masyarakat terus dilakukan. Masker tersedia 25.000 lembar dari kebutuhan 65.000 lembar. Dan di Kabupaten Malang renkonstruksi sudah final dan proses legalisasi pemerintah daerah (Pemda) sudah selesai. Ia pun menghimbau masyarakat agar tetap tenang. “Belum perlu ada pengungsian. Erupsi Gunung Bromo adalah strombolian. Berdasarkan sejarah letusannya tidak ada erupsi yang besar,” kata Sutopo.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.