Berita Nasional Terpercaya

Siapa Sangka Sang Legend Rocky dan Rambo Memiliki Masa Lalu Yang Demikian

0

NEW YORK. HarianBernas.com— Semenjak awal lahirnya saja, Sly, begitu panggilannya, sudah bermasalah. Ibunya mengalami kesulitan waktu melahirkannya. Akibatnya dokter harus memakai sebuah alat bernama forcep. Akibat kesalahan penggunaannya, terjadi sedikit kecacatan di wajah Sly. Bagian bawah sisi kiri wajahnya lumpuh, termasuk bibir, lidah, dan  dagunya. Namun kecacatan ini justru menjadi ciri khasnya saat ia bisa ngetop.

Ketika pada usia sekolah, Sly termasuk anak yg acapkali dibully karena badannya yang kecil serta ceking. Namun, bukannya menyalahkan keadaan, ia justru terpacu untuk membesarkan tubuhnya melalui latihan-latihan berat. Untuk menghemat ongkos, ia berlatih pada kawasan pembuangan besi tua, menggunakan bagian-bagian rangka mobil serta mesin sebagai barbelnya.

Pada saat sekolah, nilai-nilainya selalu jeblok. Ia berubah jadi nakal serta mulai suka berantem, bolos, main panah-panahan, mengerjai pengajar dll. Hal ini menyebabkan ia wajib  pindah sekolah sebanyak 16 kali! Uniknya, dia bisa bertahan untuk melanjutkan sekolah sampai lulus.

Ketika berusia dewasa, Sly mulai tertarik  berkarir di dunia akting. Dia sempat bermain di beberapa drama teater. Akan tetapi peran yang ia dapatkan hanya peran sampingan. Pada masa ini Sly mencoba membiayai hidupnya secara mandiri, sembari menunggu keberuntungan datang kepadanya. Ia pernah bekerja serabutan menjadi penjaga bioskop, dan juga sebagai pembersih sangkar singa.

Saking miskinnya, dia terpaksa menerima tawaran bermain pada sebuah film mesum berjudul ?The Party at Kitty and Stud? (yang kemudian juga dikenal menggunakan judul ?Itallian Stallion?). Saat itu Sly memang hanya punya dua pilihan, mendapatkan tawaran itu, atau merampok supaya bisa makan. 

Saat itu ia memiliki seekor anjing kesayangan bernama Butkus, kemiskinan membuatnya tak bisa memberi makan Butkus. Ditambah lagi dengan kehamilan istrinya. Keadaan miskin ini membuat Sly harus menjual Butkus di sebuah toko. Ia berdiri lama sekali di depan toko itu bersama Butkus. Berharap ada orang yang mau membeli serta merawat Butkus. Hal ini terjadi bukan sebab Sly ingin menerima uang berasal penjualan Butkus, melainkan sebab ia sendiri sudah tidak bisa lagi merawatnya. Akhirnya Butkus terjual seharga $35.

Saat Sly menonton pertandingan tinju antara Muhammad Ali serta Chuck Wepner, dia sangat terinspirasi oleh latar berlakang kisah pertarungan tinju itu. Ali yang merupakan juara dunia sedangkan Wepner hanyalah petinju papan bawah. Tetapi semangat Wepner untuk membuktikan dirinya, membuat ia bisa bertahan melawan Ali dan memukul jatuh juara dunia itu pada ronde 9. Ali kemudian bangkit dan  menghajar Wepner hingga luka parah dan  TKO di ronde 15.

Berdasarkan konflik ini, Sly mendapatkan ide untuk menulis kisah perihal Rocky. Seorang petinju papan bawah yang hidup miskin serta harus menjadi debt collector. Namun hatinya baik dan disukai banyak orang.

Sly menulis script ini pada satu malam saja selepas  menonton pertandingan Ali-Wepner. Istrinya yang sedang hamil membantunya mengetik naskah itu. Sesudah terselesaikan, Sly menawarkannya ke beberapa studio. Banyak produser yang tertarik untuk membeli naskah itu seharga $350.000. Namun Sly menolaknya saat dia memahami bahwa oleh produser tidak ingin memakai Sly sebagai bintangnya. Padahal Sly ingin sebagai bintang utama pada film ini.

Tawaran ini kemudian ditolaknya padahal ketika itu istrinya sedang hamil serta mereka benar-benar butuh uang. Di sinilah kepercayaan diri dan ketabahannya mulai diuji. Dia memahami bahwa ia bisa memerankan Rocky dengan baik. Dia memahami bahwa naskah filmnya ini keren dan pasti sukses.
Nasib baik akhirnya datang juga. Ada produser yang setuju untuk mengijinkan Sly menjadi bintang utama di naskah itu, namun sebagai kompensasinya, harga naskah itu menjadi jauh lebih murah dari penawaran manapun. Sly setuju dan ia dibayar sangat murah.

Meskipun begitu, Sly tetap berusaha profesional dan menandakan bahwa orang-orang telah melakukan kesalahan dengan meremehkan dirinya. Siapa sangka, film Rocky akhirnya berhasil diselesaikan dan  meraup laba yg sangat besar  dari modal yang sangat kecil. Nama Sly mulai dikenal dunia dan kehidupannya pun perlahan-lahan membaik. Film Rocky sendiri mendapat penghargaan menjadi film terbaik serta naskah terbaik di ajang Oscar, Sly pun mendapat nominasi menjadi aktor terbaik. Pada sini ia menerangkan bahwa keteguhan, ketabahan buat bertahan, serta kesabaran akan menjadikan yang akan terjadi yang baik.

Ketika dia menerima bayaran dari naskah Rocky, hal yg pertama dibeli Sly adalah Butkus, anjing kesayangannya. Dia menanti selama tiga hari pada depan toko daerah dia dulu menjual Butkus, berharap agar bertemu  dengan pembeli anjingnya itu. Selama menunggu, Akhirnya dia bertemu orang yang pernah membeli Buktus. Namun  ternyata orang itu tidak ingin menjual Butkus kepadanya. Dengan sepenuh hati Sly memohon serta memohon, memperlihatkan harga puluhan kali lipat lebih tinggi asal harga awalnya. Siapa sangka, ia akhirnya berhasil membeli kembali Butkus seharga $15.000.

Sly menjadi sangat sukses di Hollywood dan menjadi aktor papan atas berkat film Rocky. Ia kemudian bermain pada poly film lainnya, salah satunya ?Rambo? yang membuatnya jauh lebih populer lagi. Karirnya sangat kinclong di tahun 80 dan  90an dan kemudian sangat meredup di tahun 2000an. Namun ia tetap tabah serta sabar dan  berusaha buat pulang membuat film berkualitas. Hal ini terbayar dengan suksesnya serial Rocky yang ke 6 dan serial Rambo ke 4. Ia juga membuat The Expendables yang terbilang sukses.

Sly bernama lengkap Sylvester Stallone, ia lahir 6 Juli 1946 di Kota New York, Amerika. Sly adalah contoh pribadi yang pantang menyerah, percaya kepada diri sendiri, serta sabar. Jika salah satu saja dari ketiga unsur ini hilang, dipastikan ia tak akan sesukses sekarang. Kisah ini bisa kita jadikan pelajaran di dalam hidup kita sendiri. Bahwa meskipun saat ini kehidupan kita masih belum membaik, kita harus selalu terus berjuang, percaya diri, dan sabar. Suatu saat nanti, kesempatan baik itu akan datang, dan kehidupan akan membaik.

Leave A Reply

Your email address will not be published.