Berita Nasional Terpercaya

Hayo, Tahukah Kamu Bedanya Pena Dan Pulpen? Kisah Di Balik Penemuannya Pun Mengasyikkan Untuk Disimak

0

HarianBernas.com— Aduhhh, tintanya bocor.

Hal ini terkadang sering dikeluhkan saat menggunakan ballpoint atau pulpen. Tapi, apakah anda tahu, bahwa sebenarnya pulpen adalah penemuan yang besar? Zaman dahulu, orang menulis menggunakan bulu angsa dan tinta hitam. Kalau anda tidak berhati-hati, tinta hitam itu bisa berserakan di kertas putih anda. Belum lagi tajamnya bulu angsa yang sewaktu-waktu dapat menyobek kertas atau bahkan melukai tangan anda. Bagaimana sih, idenya si penemu?

Baca juga: Mengenal Teks Berita, Ciri-ciri, Jenis, dan Contoh Penulisannya

Laszlo Biro, seorang pria yang lahir pada 29 September 1899 ini awalnya hanya mengamati koran saja. Tinta pada koran cepat kering dan tidak ada noda tinta pada kertas koran tersebut. Tidak hanya itu, zaman itu banyak sekali keluhan-keluhan saat menggunakan bulu angsa/pena saat menulis di kertas yang tipis. Ujungnya yang tajam membuat kertas mudah sobek, dan tinta yang dikeluarkan cukup banyak sehingga tintanya melebar. Ia ingin membuat orang-orang lebih nyaman saat menulis.

Akhirnya, ia memutuskan untuk membuat barang tersebut. Bersama dengan saudaranya George, ia mengembangkan ujung pena. Ia ingin agar ujung pena tersebut tidak terlalu tajam, dan di dalamnya ada bola yang dapat berputar dengan bebas pada sebuah lubang. Sehingga, tintanya dapat membasahi bola dan mengalir. Bola kecil inilah yang membuat pena dan pulpen berbeda. Bersama dengan saudaranya, Laszlo berhasil membuat pulpen dengan bola kecil di dalamnya pada 10 Juni 1943. Ia tahu bahwa barangnya ini akan sangat bermanfaat, ia mematenkan temuannya dengan merk Birome.

Keunggulan dari pulpen temuannya adalah tintanya tidak berceceran kemana-mana, cepat kering bila sudah menyentuh kertas, dan ujungnya tidak tajam. Laszlo menggunakan tinta yang kental dan lengket untuk mempercepat proses pengeringan. Pulpen ini kemudian berkembang menjadi spidol. Yang ujungnya lembut dan kantung tintanya mengandung sintesis berserat.

Temuan ini menjadi trend saat Perang Dunia II. Mereka mengatakan bahwa pulpen temuan Laszlo tidak bocor saat dibawa terbang. Laszlo dan George bangga dengan apa yang sudah mereka lakukan. Kerja keras, dan sedikit perdebatan pasti mereka alami. Mereka berhasil menciptakan suatu alat yang mengubah dunia. Laszlo meninggal pada 24 November 1985 saat usianya 86 tahun.

Baca juga: Teks Eksplanasi Adalah Kalimat Penjelasan, Benarkah? Ini Pengertian dan Ciri-cirinya!

Leave A Reply

Your email address will not be published.