Berita Nasional Terpercaya

Andria Hirata, Kisah Tentang Mimpi-Mimpi di Masa Kecil, Berbuah Buku Best Seller dan Film yang Mendunia

0

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia… Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya…”

Mungkin sepenggal lagu di atas sudah banyak yang sering mendengarnya. Jelas karena lagu tersebut menjadi soundtrack film yang sangat fenomenal Laskar Pelangi

Eiits…..tapi pada artikel kali ini kita bukan akan membahas tentang lagu atau penyanyi dari lagu tersebut ya. Kita akan membahas tentang si penulis novel yang kemudian novelnya diangkat menjadi film yang begitu fenomenal itu.

Siapakah dia? Apa kalian bisa menebak?

Ia adalah Andrea Hirata. Pemuda dari Kepulauan Bangka Belitung yang lahir pada tanggal 24 Oktober 1967 ini telah menjadi penulis sukses yang hampir semua karyanya mendunia dan best seller.

Baca juga: Mengenal Jenis Puisi Lama dan Puisi Baru serta Contohnya

Jika melihat latar belakang pendidikan dari Andrea Hirata tentu akan membuat kita tercengang karena apa yang ia pelajari semasa kuliah tidak sesuai dengan apa yang ia tekuni saat ini. Menurut kalian apakah Andrea Hirata kuliah di jurusan sastra? Apakah hobby masa kecilnya adalah menulis? Atau mungkin ia ada keturunan keluarga seorang penulis? Oh bukan.. bukan. semua hipotesis itu ternyata salah.

Andrea Hirata merupakan alumni dari Universitas Indonesia jurusan ekonomi, dan siapa sangka, kemudian Andrea mendapat beasiswa untuk mengikuti studi Master of Science di Universite de Paris di Sorbonne, Perancis dan mampu melanjutkan studi di Sheffield Hallam University, Inggris. Selepas masa kuliahnya ia tak langsung jadi seorang penulis, ia bekerja dulu. Namun, tahukah kalian apa pekerjaannya? Andrea bekerja sebagai pegawai di PT Telekomunikasi Indonesia. Sungguh sangat bertolak belakang bukan dengan dirinya yang sekarang?

“Kita tidak diharuskan bekerja sesuai dengan jurusan yang kita ambil semasa kuliah bukan? Kadang orang merasa lebih baik di bidang lain,” jelasnya.

Di samping itu ia juga mempunyai ketertarikan dan kemampuan yang apik di bidang sastra, khususnya dalam tulis-menulis dan membuat cerita. Akhirnya Andrea Hirata menulis dan menghasilkan sebuah novel yang berkisahkan tentang dirinya, perjuangan mimpinya ketika masih menjadi bocah di Bangka Belitong. Laskar Pelangi adalah karyanya yang sangat melejit karena kisah-kisah petualangan dirinya bersama teman-temannya ia tuangkan dalam karyanya tersebut.

Andrea sengaja mengisi novel pertamanya itu dengan kisahnya dengan alasan ia begitu merindukan teman-temannya semasa kecil, mimpi-mimpi yang begitu sederhana dan mengalir apa adanya, dan ia merasa perlu memperkenalkan keindahan daerah kelahirannya itu. Banyak sekali halangan dan rintangan yang harus ia lalui ketika menuangkan kisahnya tersebut .Entah terhalang dengan kesibukan pekerjaan, waktu untuk keluarga, bahkan terjemahan bahasanya. Karena menerjemahkan sampai 34 bahasa, akhirnya novel ini menghabiskan waktu selama 6 tahun untuk penyelesaiannya. Wah…waktu yang begitu panjang tapi sebanding dengan apa yang ia dapatkan dari karyanya tersebut.

Siapa sangka beberapa tahun setelah ia selesai menulisnya, novel tersebut kemudian dibuat menjadi film layar lebar di Indonesia. Dan beberapa tahun kemudian film Laskar Pelangi ini mulai mendunia dan mulai diputar di beberapa negara seperti Amerika, Italia, Jerman, Belanda, Spanyol, Jepang, China, Vietnam, Taiwan, Korea, Australia, dan Prancis. dengan nama “The Rainbow Troops”. Tentu semua itu di luar dugaan Andrea Hirata.

“Hadiah terindah dari berani bermimpi adalah kejadian-kejadian menakjubkan dalam perjalanan menggapainya.”

Itu adalah salah satu quotes yang ia selipkan pada karyanya. Memang benar ketika ia berusaha meraih mimpi-mimpinya ia banyak mengalami halangan dan rintangan. Tetapi kejadian-kejadian yang ia alami justru membuatnya menjadi pribadi yang tanguh dan berani.

Baca juga: Translate Bahasa Jawa: Tingkatan (Kromo) dan Struktur Penulisan

Leave A Reply

Your email address will not be published.