Berita Nasional Terpercaya

Gebrakan Dari Seorang Penderita HIV/AIDS, Apa Yang Dilakukannya?

0

JAKARTA, HarianBernas.com— Apa yang terbesit dipikiran anda tentang seorang pengidap HIV/AIDS?

Orang yang memiliki pribadi buruk? Merasa kasihan melihatnya? Atau merasa muak?

Ayu Oktariani, seorang gadis berusia 29 tahun asal Jakarta ini positif menderita penyakit HIV dan hepatitis C. Kini ia berhasil membuat semua orang bangga karena aksinya dalam menyadarkan masyarakat tentang HIV/AIDS bersama rekan – rekan di Indonesia Aids Coalition.

Awalnya Ayu hidup sehat dan normal seperti orang pada umumnya. Namun, HIV itu mulai menyerangnya sejak tahun 2009 sebab tertular dari alm.suaminya yang pernah memakai NAPZA jenis putaw. Siapa sih yang tak merasa sedih, Ayu divonis dokter positif menderita HIV. Ayu pun sempat shock dan tidak menerima kenyataan yang dialaminya.

Meskipun dengan kondisinya seperti itu, perlahan Ayu mulai bangkit dan berusaha kuat menjalani kehidupan karena memiliki seorang anak perempuan yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Di kala kepanikan dan berjuang menerima kenyataan, Ayu harus putar otak bagaimana supaya bisa melakukan serangkaian pemeriksaan yang sangat mahal.

Banyak sekali pemeriksaaan yang Ayu  jalani. Banyak juga terapi yang Ayu lakukan. Ayu berkata, “Butuh kekuatan mental dan kesungguhan hati. Prioritas utamaku adalah niat agar hidup sehat dan bahagia.” Di tahun 2009, berat badan Ayu pernah hanya 25 kg. Berbekal prioritas utamanya, kini berat badan Ayu sudah baik, di angka 50 kg.

Menurut Ayu, hal yang paling yang tidak nyaman yakni stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Masih banyak  orang yang mengaitkan HIV/AIDS dengan persoalan moral dan perilaku. Sangat banyak orang yang berpikir bahwa HIV/AIDS  berarti memiliki pola hidup yang tidak baik. Itu yang dialami Ayu. Tahun 2009 juga,  Ayu dipecat dari pekerjaannya sebab perusahaannya takut bahwa HIV Ayu bisa menular kepada karyawan lainnya.

Selain stigma negatif yang melekat, ada hal lain lagi yang membuat Ayu sempat down. Seperti yang kita tahu, tubuh ODHA rentan dengan penyakit. Ayu mudah sekali jatuh sakit dan perlu waktu yang cukup lama untuk sembuh karena kekebalan tubuh yang tidak stabil.

Titik balik dan aktivitas positif Ayu Oktariani terjadi saat ia mulai bergabung dengan kelompok-kelompok ODHA dimana ia mendapat informasi dan dukungan psikososial yang tidak ia dapat dari tempat lain. Di situ, ia melihat bahwa ternyata ada banyak teman ODHA di Indonesia yang tetap hidup sehat, hidup puluhan tahun, dan bahkan memutuskan untuk kembali ke masyarakat, menikah, serta memiliki keturunan. Pelan-pelan Ayu bisa move on.  Ayu berprinsip bahwa ia haruslah sehat agar putri kesayangannya juga sehat. Tak hanya itu. Akhirnya  Ayu memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk berpartisipasi dengan gerakan dan aksi positif yang berkaitan dengan HIV/AIDS.

Ayu menjadi Public Campaigner untuk Indonesia AIDS Coalition (IAC). Dalam perannya ini, Ayu memiliki tugas untuk melakukan kampanye HIV/AIDS pada publik baik via online dan offline. Secara online,  Ayu menggunakan media sosial seperti Twitter, Facebook, Instagram, dan website. Kegiatan offline nya, banyak. Ada gathering dan exhibition di beberapa event yang punya ruang publikasi yang luas. Kegiatan Ayu tak berhenti di situ. Saat ini, Ayu juga aktif sebagai Dewan Nasional di Ikatan Perempuan Positive Indonesia (IPPI). IPPI sendiri adalah jaringan nasional pertama untuk mewadahi para perempuan yang hidup dengan HIV atau mendapat dampak dari HIV di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.