Berita Nasional Terpercaya

Perusahaan-Perusahaan Besar Yang Pernah Hadir Dalam Hidup Milyarder Ini, Apa Saja?

0

Amerika Serikat, HarianBernas.com— Mungkin anda pernah mengimpikan suatu saat nanti anda bisa membeli rumah mewah, kendaraan mewah, dan masih banyak lagi yang anda inginkan.

Namun, masalahnya untuk menjadi orang kaya itu butuh proses bukan? terlebih jika anda terlahir dari seorang yang miskin. Bagaimana anda harus memulainya?

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Eitss.. Jangan khawatir, karena orang yang sekarang bisa menjadi kaya itu kebanyakan juga dulunya orang miskin loh. Anda mau mengetahui seorang pemuda yang dulunya berasal dari keluarga miskin namun kini berhasil mengelola klub basket NBA Dallas Maverick dan menjalankan bisnis TV kabel di Amerika. Bahkan yang lebih hebatnya, pemuda ini dinobatkan sebagai orang terkaya dunia dengan kekayaan sebesar US$2,4 miliar. Siapa pemuda ini? Langsung saja, simak kisahnya.

Pemuda ini bernama Mark Cuban, lahir 31 Juli 1958 di kota Pennsylvania, Amerika Serikat. Pemuda ini dibesarkan di tengah keluarga miskin. Ayahnya hanya seorang tukang pasang jok mobil, sedangkan ibunya hanya seorang ibu rumah tangga. Karena kondisi kehidupan keluarganya seperti itu membuat Cuban memahami kondisi yang masih berkekurangan. Akhirnya Cuban sudah belajar mencari uang sendiri sejak usia 12 tahun untuk memenuhi kebutuhannya.

Pernah suatu hari Cuban sangat menginginkan sepatu basket yang mahal, namun apa daya, Cuban belum mempunyai uang yang cukup untuk membelinya. Akhirnya, Cuban harus mengurungkan niatnya itu. Cuban terpaksa harus mengumpulkannya dengan cara berjualan plastik-plastik buat mengemas sampah.

Selepas itu, sambil sekolah Cuban juga mengumpulkan uang dengan kerja sambilan mulai dari jadi bartender, instruktur dansa, hingga promotor pesta buat rekan-rekannya. Dari kerja inilah ia bisa membiayai kuliahnya. Ia kuliah di University of Pittburgh. Namun baru setahun kemudian pindah ke Indiana University, dan akhirnya lulus dengan meraih gelar bachelor bidang administras bisnis pada tahun 1981. Saat masih kuliah, dengan uang yang dikumpulkannya ia mampu membeli pub tempat hangout teman-teman kampusnya, Motley’s Pub.

Tahun 1982 ia memutuskan berkelana ke Dallas setelah terbujuk cerita temannya yang menggambarkan betapa indahnya Dallas. Di sinilah ia mulai sering jalan-jalan melihat-lihat rumah mewah agar dirinya termotivasi mencari uang. “Saya suka keliling-keliling melihat-lihat rumah rumah besar dan membayangkan bagaimana rasanya jika tinggal di sana. Itu saya gunakan sebagai motivasi,” katanya. Saat itu ia bekerja sebagai salesman software dari perusahaan software komputer Your Business Software.

Di perusahaan ini ia hanya setahun karena kemudian menemukan peluang bisnis. Cuban membangun bisnis sendiri bernama MicroSolution dengan dukungan dari kliennya yang ia temukan saat menjajakan software. Perusahaan ini berkembang baik. Meskipun begitu, tahun 1990 Cuban menjual perusahaan miliknya untuk diambil alih kliennya, CompuServe, dengan nilai US$ 6 juta. Dari hasil penjualan itu ia mendirikan Audionet (sekarang Broadcast.com), radio berbasis internet. Perusahaan ini berkembang pesat. Sampai-sampai Yahoo membelinya dengan nilai yang fantastis US$5,9 miliar.

Hasil penjualan itu ia gunakan untuk cari perusahaan lewat pasar modal yang kemudian membuatnya menjadi salah satu pengusaha terkaya di dunia. Tahun 2013 silam, Forbes memasukkannya dalam deretan orang terkaya dunia urutan ke-613 dengan kekayaan sebesar US$2,4 miliar. Apa rahasia suksesnya? “Apa yang saya pelajari selama 11 tahun adalah bahwa kita harus fokus dan percaya pada kemampuan kita sendiri,” katanya.

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.