Berita Nasional Terpercaya

Bukan Cerita Sinetron Atau Dongeng, Kisah Tentang Kebaikan Hati Ini

0

CINA, HarianBernas.com— Kakek tua yang hidup sebatang kara ini sudah membuat hati siapa saja yang melihatnya tergugah serta terharu. Bagaimana tidak, akhir-akhir ini kisahnya sudah muncul diberbagai media umum dan menjadi sorotan publik. Kakek tua yang hidup sebatang kara dan sudah berusia 70 tahun ini diketahui telah merawat seseorang anak yang terlantar selama 14 tahun lamanya.

Kakek tua yang bernama Li Yuhua ini tinggal di sebuah wilayah pegunungan tepatnya di provinsi Anhuai selama 20 tahun lamanya. Dulu kakek tua ini pernah bekerja menjadi seorang petugas keamanan pada kuil Shengquan pada wilayah tersebut. Hingga di suatu hari kakek ini menemukan seorang anak perempuan   terlantar di sebuah pintu rumah sakit.

Kakek tua ini menemukan anak terlantar ini pada tahun 2001 tepat di sebuah pintu rumah sakit di kota Xiao. Karena merasa kasihan, kakek tua ini membawa anak ini pulang dan merawatnya serta memberinya nama Chen Hui. Chen Hui ini rupanya terlahir dalam keadaan yang tidak normal. Ia menderita Cerebal palsy dan epilepsi.

Berkat kontribusi dan sumbangan dari beberapa pihak, Chen Hui pernah mendapatkan perawatan di sejumlah rumah sakit di Beijing. Namun sayangnya, meskipun sudah melakukan banyak perawatan, kondisinya tidak kunjung membaik .

Untuk membiayai kebutuhan sehari-harinya, kakek tua ini bergantung pada subsidi pemerintah. Li menerima 2.000 RMB atau lebih kurang 4,2 juta rupiah serta Chen Hui lebih kurang 400 RMb atau sekitar 840 ribu rupiah perbulannya. Bahkan terkadang, mereka juga mendapatkan kiriman kuliner seperti nasi, telur, dan mie dari para donatur.

Di setiap harinya Li selalu mengajak Chen Hui untuk meditasi bersama. Bahkan Li akan menggendong putri angkatnya ini ke daerah mereka berdua bermeditasi. Dengan tulusnya Li merawat serta menyiapakan seluruh kebutuhan Chen Hui.

Nah sahabat, meskipun hidup kakek tua ini tak pernah bergelimpangan harta, tetapi beliau tetap mempunyai hati yang kaya serta mulia. Pasalnya di usia senjanya ini, ia masih menyempatkan buat merawat seorang anak yang tidak mempunyai ikatan darah dan famili denganya.

Ketika kita berpikiran bahwa orang yang mempunyai hati ikhlas sudah tidak ada lagi, tetapi kakek Li ini membantah anggapan tersebut, sebab pada kenyataannya di dunia ini masih ada orang baik yabg memiliki hati yang begitu tulus.

Leave A Reply

Your email address will not be published.