Berita Nasional Terpercaya

Gadis Homeless Ini Tinggal Di Asrama Yang Sama Dengan Mark Zuckerberg Saat Kuliah Di Harvard

0

Amerika Serikat, HarianBernas.com– Mungkin anda pernah melihat seseorang teman anda yang memiliki keluarga “brokenhome”? atau mungkin anda sendiri yang mengalaminya? Rasanya seperti apa sih kalau kamu bayangkan sejenak?

Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru

Upss, sebelum anda menjadi galau, sebaiknya anda membaca kisah inspiratif berikut ini, tentang seorang wanita yang keluarganya carut marut alias “brokenhome” tetapi tak membuatnya putus asa, justru ia bisa mengenyam pendidikan di Harvard University.

Wanita ini dibesarkan di keluarga pecandu narkoba yang kondisi ekonominya morat-marit. Mereka berpindah dari satu rumah sewa ke rumah sewa lainnya. Rumah yang mereka tinggali pun tak dilengkapi fasilitas memadai, terutama tanpa air dan listrik karena orangtuanya tak mampu membayarnya.

Dengan kondisi seperti itu, apa yang bisa diperbuat wanita ini?

Wanita ini akhirnya terbiasa tak mandi berminggu-minggu. Untuk kebutuhan air, ia dan kakaknya harus mengambil air berasal dari taman. “Kami mengambil air dari taman. Kami memakainya buat menyirami toilet dan juga memasak,” tuturnya seperti yang dikutip CNN.

Baca juga: Inilah 10 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi di Berbagai Profesi

Meski hidupnya berantakan, di sekolah wanita ini termasuk anak yang pintar. Cuma masalahnya, ia sulit menyelesaikan tugas rumah (PR) karena rumahnya tidak memiliki istrik, ketika malam hari tidak dapat membaca. Sebagai penerangan, mereka menggunakan lilin.

Wanita ini bernama Dawn Loggins, lahir di Brons 23 September 1980, serta kakaknya bernama Shane yang juga lahir di Brons 15 Agustus 1977.

Lalu dengan kondisi seperti itu, adakah seseorang yang peduli?

Ternyata kondisi itu menjadi perhatian sekolahnya, Burn High.  Junie Barrett yang merupakan seorang supervisor sekolah itu, menyebutkan bahwa baik Loggins maupun kakaknya, Shane, selalu memohon izin mencuci pakaian di kamar mandi sekolah. “Saya bilang, berikan pakaian kotor itu, kami akan mencucinya,” papar Barrett. Pihak sekolah juga mengijiinkan mereka memakai kamar mandi sekolah untuk mandi.

Sebelum pergi ke sekolah, Robyn Putnam, guru pembimbingnya ,selalu melihat pakaian Loggins yang lusuh. Usai mengetahui keadaan keluarganya, Putnam membawa Loggins ke toko pakaian. Ia dibelikan sejumlah pakaian. Guru lain memberinya sejumlah uang. Maka berangkatlah ia ke Raleigh.

Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas

Ternyata  Loggins memiliki impian yang tinggi. Ia ingin kuliah. “Saya telah terbiasa melihat kehidupan orangtua saya yang berantakan. Saya tidak mau mengikuti cara hidup mereka. Saya ingin berubah,” katanya. Salah satu caranya adalah sukses di bidang pendidikan.

Putnam lalu  mencarikan beasiswa bagi Loggins. Ia meminta Loggins mengajukan surat lamaran kepada sejumlah perguruan tinggi negeri. Akhirnya Loggins mengirimkan surat ke University of North Carolina at Chapel Hill, North Carolina State University, Davidson College, dan Warren Wilson College. Desember 2012, ia mengirimkan surat lamaran terakhir ke Harvard.

Yang mengejutkan, ia berhasi diterima di Harvard. Keberhasilan ini tidak hanya membuat Loggins senang tetapi juga pihak sekolah karena dengan ia diterima di Harvard itu menjadi kebanggan sekolah juga. Loggins mulai kuliah tahun 2013. Ia mendapat asrama elite di mana dulu Mark Zuckerberg, pendiri Facebook, tinggal. Keberhasilannya masuk Harvard menjadi cerita inspirasional yang membuat gempar dunia. Keberhasilan inilah yang membuktikan bahwa meski dihadapkan pada serba kekurangan, dengan tekad yang kuat, halangan itu bisa diatasi Loggins.

Baca juga: Daftar Kampus Jurusan Perhotelan dan Pariwisata di Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.