Berita Nasional Terpercaya

Klinik Asuransi Sampah (KAS), Bukan Sembarang Klinik Kesehatan

0

MALANG, HarianBernas.com— Dunia kedokteran Indonesia boleh berbangga hati. Salah satu dokter mudanya, Gamal Albinsaid, mengukir prestasi global di Inggris. Dia berhasil mendapatkan penghargaan HRH The Prince of Wales Young Sustainability Entrepreneurship First Winner. Penghargaan di tahun 2014 ini diberikan langsung oleh Pangeran Charles. Apa yang membuat Gamal dapat memperoleh penghargaan itu?

Karya sederhana tapi mengena, Gamal Albinsaid mungkin menjadi satu-satunya orang di dunia yang membuat Klinik Asuransi Sampah (KAS). Di klinik ini, warga cukup menyerahkan sampahnya yang bisa didaur ulang senilai 10.000 rupiah setiap bulannya. Dari sekumpulan sampah itu, warga bisa menikmati berbagai fasilitas kesehatan seperti pemeriksaan dokter, cek gula darah, bahkan sampai obat.

Tidak berhenti sampai di situ saja, sampah yang dikumpulkan warga tersebut diolah menjadi uang sebagai Dana Sehat dengan metode daur ulang. Dana Sehat itu dikembalikan ke warga untuk membiayai peningkatan kesehatan (promotif), menjadi alat pencegah sakit (preventif), untuk mengobati yang sakit (kuratif) dan terakhir untuk merehabilitasi yang sembuh (rehabilitatif). Sehingga walaupun tidak sakit, masyarakat tidak akan rugi, karena akan mendapatkan berbagai program peningkatan kesehatan.

 Apa yang membuat Gamal Albinsaid mempunyai pikiran seperti itu? Ternyata, program sampah ini dilatarbelakangi oleh kisah nyata Gamal ketika itu di Jakarta pada tanggal 5 Juni 2005 silam, Gamal menyaksikan sendiri seorang anak bernama Khaerunissa tidak bisa pergi berobat dan menghembuskan nafas terakhirnya di gerobak sampah ayahnya. Bocah tiga tahun itu menderita karena diare berkelanjutan. Khaerunissa tidak bisa ke dokter hanya karena ayahnya berpenghasilan 10.000 rupiah per-bulan.

Berangkat dari kisah inilah, Gamal berani menggandeng posyandu, PKK, pemulung, dan masyarakat untuk mengembangkan KAS. Klinik ini dapat menghancurkan barrier antara akses kesehatan dengan masyarakat miskin. Sejak tahun 2013, Gamal mulai menjalankan ide KAS ini. Kini, KAS sudah mempunyai lima klinik di Malang, kota kelahiran Gamal.

Mengapa yang Dilakukan Gamal ini sangat inspiratif? Pertama, ia menemukan solusi untuk mengatasi persoalan sampah perkotaan dengan mengumpulkan sampah-sampah keluarga yang digantikan dengan biaya kesehatan. Kedua, secara tidak langsung, ia telah mendidik masyarakat perkotaan di setiap KAS yang didirikannya untuk menjadikan sampah tetap bermanfaat bagi kesehatan. Ketiga, ia telah memberikan inspirasi kepada kaum muda Indonesia untuk bersama-sama mencari jalan keluar bagi sesamanya yang miskin untuk bisa tetap mendapatkan kesehatan. Karena itu, tidak heran bukan Gamal Albinsaid bisa mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut? Mungkin anda ingin meniru jejaknya?

Semoga kisah ini bisa menginspirasi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.