Berita Nasional Terpercaya

Masyarakat Harus Tetap Persoalkan Posisi Setya Novanto sebagai Anggota DPR

0

JAKARTA,HarianBernas.com--Meski sudah mundur dari jabatan Ketua DPR RI, namun Setya Novanto tetap nyaman sebagai anggota DPR RI. Karena itu, peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus mengingatkan masyarakat agar tetap perlu mempersoalkan posisi Setya Novanto sebagai anggota dewan. Sebab, bukan tidak mungkin posisi anggota DPR tetap dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang menguntungkan diri sendiri atau kelompok seperti dilakukan saat menjadi Ketua DPR RI.

“Publik masih perlu membuka ruang baru guna mempermasalahkan Setya Novanto yang masih menjadi anggota DPR,” kata Lucius Karus saat dihubungi di Jakarta, Rabu malam.

Sebelum Novanto mengundurkan diri, menurut Lucios, mayoritas anggota MKD telah menyimpulkan Novanto melanggar etika, baik pelanggaran sedang maupun berat. Sementara bersamaan dengan Novanto mengundurkan diri, MKD justru memutuskan kasus dugaan pelanggaran etika Novanto ditutup.

Menurut Lucius, hal ini tidak sinkron antara pengakuan adanya pelanggaran etika dan kenyataan bahwa semua itu terhapus begitu saja oleh langkah proaktif Novanto mundur dari kursi ketua. Sebab hal itu berarti DPR masih memaafkan sesuatu yang jelas-jelas menabrak etika.

Lucius sendiri melihat tuntutan publik selama ini sangat jelas yakni menginginkan Novanto tidak hanya mundur dari kursi Ketua DPR RI, tapi juga dari keanggotaan di DPR. Dengan keputusan MKD, Lucius berpendapat anggota MKD dari pihak yang selama ini berseberangan dengan Novanto pun terkesan tidak cukup serius menjadikan kasus ini sebagai sesuatu yang mencoreng wibawa DPR.

Dikatakan, anggota MKD yang berseberangan dengan Novanto terkesan hanya mencari keuntungan politik sesaat ketika hanya menginginkan Novanto mundur dari posisi ketua DPR saja, bukan berhenti sama sekali dari anggota DPR. Seperti diketahui, Ketua DPR RI Setya Novanto mengirim surat pengunduran diri kepada MKD. Hal itu ditempuh saat mayoritas anggota MKD telah menyatakan akan memberikan sanksi pelanggaran sedang bagi Novanto. Itu berarti, Novanto berpotensi dipecat dari posisinya sebagai Ketua DPR RI. Nah, sebelum dipecat Setya Novanto memilih mengundurkan diri. Hal itu dianggap lebih terhormat ketimbang dipecat.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.