Berita Nasional Terpercaya

Supir Taksi Ini Pernah Turut Mendesain Kota Yang Setiap Hari Jalannya Ia Susuri

0

Jakarta, HarianBernas.com— Pernahkan Anda merasa gengsi dengan pekerjaan atau dengan hal yang sedang Anda lakukan?

Peter Yan adalah salah seorang yang berkeinginan untuk mendapatkan gelar S2. Gelar yang ingin diraihnya semata-mata bukan untuk mengejar posisi yang tinggi ataupun untuk mencari pekerjaan. Gelar yang diraihnya ia gunakan untuk kepentingan banyak orang. Bagaimana kisahnya dalam mendapatkan gelar S2?

Peter, pria berusia 58 tahun, kuliah di Jerman selama kurang lebih 10 tahun. Kala itu, Peter mendapatkan kuliah. Demi memenuhi kebutuhan hidupnya, Peter bekerja paruh waktu di Jerman. Peter pernah menjadi asisten dosen bahkan pernah berjualan koran. Perjuangan yang dilakukannya tidak sia-sia. Dalam waktu 10 tahun, Peter menyelesaikan gelar S2-nya dan mendapatkan gelar Dipl.Ing.  

Selama berada di Jerman, Peter bertemu dengan istrinya, menikah di sana dan dikaruniai seorang anak. Setelah menyelesaikan kuliahnya, Peter kembali ke Indonesia untuk menerapkan ilmu yang sudah didapatkanya selama berkuliah di Jerman. Membuat desain kota merupakan langkah awal yang dimulai oleh Peter. Pada tahun 1991, Peter dan kedua temannya membuat desain busway. Pada saat itu, Pemprov DKI Jakarta belum merasa tertarik untuk menggunakan desain yang diberikan Peter dan teman-temannya. Selain mendesain busway, Peter juga pernah ikut ambil bagian dalam mendesain ribuan rumah pasca gempa Aceh pada tahun 2004 yang lalu.

Suatu ketika, Peter mengalami masa-masa yang sulit. Usaha yang sedang Peter kerjakan mengalami kebangkrutan. Saat itu pun Peter kesulitan mencari pekerjaan. Dengan gelar S2 yang dimilikinya, Peter memilih berprofesi menjadi supir taksi. Meskipun demikian Peter masih tetap bisa menyalurkan ilmunya. Menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Jakarta, dianggapnya sebagai pekerjaan sampingan. Kehidupan sehari-hari Peter yang menjadi supir taksi, membuat Peter mengatahui daerah mana saja yang mengeaami kemacetan pada jam-jam tertentu. Dari hal tersebut, Peter pun memiliki solusi untuk mengatasi ataupun menghindari kemacetan.

Itulah kisah singkat tentang Peter, seorang bergelar S2 Teknik Sipil di Jerman yang bekerja sebagai supir taksi. Peter menjalani kehidupannya dengan rasa syukur tanpa rasa malu. Bagi Peter, sesuatu yang dikerjakan dengan baik akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

Bagaimana dengan Anda? Masihkah Anda gengsi dengan pekerjaan yang sedang Anda tekuni?

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.