Berita Nasional Terpercaya

Ilmuwan Indonesia Ini Adalah Pemilik Delapan Paten Teknologi Untuk Mengatasi Sel Kanker

0

HarianBernas.com— Aku ingin jadi pilot!!!

Kalau aku, ingin jadi dokter!!

Anda tentu tidak asing mendengar ungkapan tersebut. Biasanya, anak kecil akan mengucapkannya dengan semangat dan senang hati. Anda tentu memiliki cita-cita bukan? Sama seperti anak-anak lainnya yang memiliki cita-cita, pria ini berusaha untuk menggapai cita-citanya. Namun sayang, ia harus merelakannya hanya karena kaca mata. Tapi, siapa sangka dengan ia merelakan cita-citanya itu, ia berhasil menjadi orang yang sukses? Siapakah ia?

Ia adalah Muhammad Arief Budiman. Ia dilahirkan pada 28 September 1970 di Yogyakarta. Cita-citanya dahulu adalah menjadi seorang pilot yang bisa berkeliling dunia. Sayangnya, ketika SMP Arief harus memakai kaca mata. Cita-citanya kandas begitu saja. Namun, seiring berjalannya waktu, Arief menemukan cita-cita barunya, yaitu menjadi seorang dokter. Namun, dewi fortuna tidak berada dipihaknya. Cita-citanya menjadi dokter juga kandas.

Arief sempat merasakan menjadi kasir di toko kelontong. Ia adalah seorang anak dari pekerja pabrik tekstil GKBI. Arief merupakan sosok yang rajin, tekun dan pekerja keras. Setelah Arief selesai studi, pekerjaan menjadi kasir ia tinggalkan, dan mulai berkarya dengan berbagai penelitian.

Dengan penelitiannya ini, ia berhasil menciptakan dan mematenkan 8 teknologi untuk mengatasi sel kanker. Alat pertama yang ia patenkan adalah biomarka. Alat ini digunakan untuk penanda molekuler pada penyakit kanker. Setelah kedelapan karyanya ini dipatenkan, Arief masih terus memiliki ide dan terus berkarya. Seperti, ia mengembangkan teknologi gugus metil untuk membaca gen tanaman. Berkat usaha dan kerja kerasnya ini, membuat Arief menjadi motor riset utama di Orion Genomic yang merupakan salah satu perusahaan riset bioteknologi terkemuka di Amerika Serikat.

Ilmuwan Indonesia ini ternyata masih mempertahankan status kewarganegaraannya sebagai WNI (Warga Negara Indonesia). Ia masih harus menyelesaikan beberapa misinya, baru setelah itu, ia berencana untuk kembali ke Indonesia.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.