Berita Nasional Terpercaya

Hadapi MEA, Pemerintah Optimalkan PKL untuk Membaca dan Memanfaatkan Peluang Sektor Pariwisata

0

MATARAM, HarianBernas.com – Tren positif yang ditunjukkan oleh sektor pariwisata nasional tiap tahun, mendorong Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) untuk menginsiprasi pedagang kaki lima (PKL) agar mampu memanfaatkan peluang tersebut.

“PKL itu erat kaitannya dengan pariwisata dan itu menjadi peluang sekaligus tantangan,” kata Emilia Suhaimi, Deputi Menteri Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha, Kemenkop UKM, pada acara pendampingan pada koperasi pengelola PKL di NTB, di Mataram, Rabu (16/12).

Menurutnya, ada pergerakan pertumbuhan wisata nasional yang cukup signifikan. Tahun 2016 mendatang, telah ditargetkan pertumbuhan kunjungan wisatawan domestik  sebesar 260 juta orang dan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 12 juta orang. Dengan target tersebut, diharapkan akan dapat meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sebesar 5%, devisa negara sebesar Rp172triliun dan peluang lapangan pekerjaan sebesar 11,7 juta tenaga kerja.

“Berbagai multiplier effect dari pertumbuhan pariwisata itu akan muncul, seperti bertambahnya jumlah hotel di berbagai daerah hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Emilia mengungkapkan bahwa NTB telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika Pariwisata, sehingga tak heran jika kini NTB menjadi  salah satu destinasi wisata yang mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat.

“Pertumbuhan pariwisata daerah itu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi PKL di NTB. Tinggal bagaimana kreativitasnya mengatasi tantangan dan menangkap peluang itu,” ucapnya.

Sebagai bukti keseriusan pemerintah, Kemenkop UKM akan berupaya memberdayakan PKL, agar PKL mampu menghadapi masa depan perekonomian yang penuh tantangan dan peluang. Apalagi mulai 1 Januari 2016, Indonesia sudah berhadapan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Pasar bebas ASEAN tersebut akan melahirkan peluang besar untuk mendorong pertumbuhan pariwisata, di mana  para pelaku usaha dapat dengan mudah datang ke Indonesia untuk berinvestasi ataupun melakukan temu bisnis.

“Kondisi itu (MEA) menimbulkan persaingan yang ketat. Yang harus dilakukan PKL adalah bergabung menjadi satu melalui koperasi, jangan berdiri sendiri,” kata Emilia.

Sumber : Antara

Leave A Reply

Your email address will not be published.