Berita Nasional Terpercaya

Rekayasa Genetika Nyamuk Mandul Berhasil Menurunkan Kasus DBD & Malaria Hingga 90% di Brasil

0

INGGRIS, HarianBernas.com – Di tengah pro dan kontra, perkembangan ilmu pengetahuan bidang rekayasa genetika terbukti mampu melawan penyakit. Baru-baru ini, para ilmuwan mulai merekayasa gen serangga pembawa penyakit. Nyamuk atau ngengat, misalnya, kedua binatang itu talah melalui hasil kreasi ilmuwan yang melakukan rekayasa genetika. Para ilmuwan membuat nyamuk mendul dan  ngengat yang hanya menghasilkan keturunan jantan. Dengan mandulnya nyamuk-nyamuk, diharapkan penyebaran penyakit demam berdarah dan malaria dapat terkendali.

Sejak diperkenalkan di Brazil, nyamuk mandul berhasil menurunkan kasus penyakit demam berdarah hingga 90 persen. Namun, karena peraturan pemerintah yang menyulitkan, para ilmuwan Inggris belum bisa menggarap potensi rekayasa genetika secara lebih jauh.

“Peraturan Uni eropa tidak mendukung (rekayasa genetika- red) sehingga perkembangan rekayasa genetika untuk serangga ini terhambat,” kata John Palmer, salah seorang anggota Parlemen Sains dan Teknologi Inggris seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (19/12/2015).

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap penelitian rekayasa genetika, karena serangga yang telah melalui proses genetika, akan diuji keamanannya.

Keberhasilan rekayasa genetika ini, menurut Palmer, akan memberikan banyak keuntungan tidak hanya di bidang kesehatan, tetapi juga pertanian dan perkebunan. Rekayasa ini juga mampu meminimalisir penggunaan pestisida  yang bisa mencemari lingkungan dan hewan lain.

“Meski mesti kita akui bahwa rekayasa genetik bukan lah peluru ajaib untuk mengalahkan semua masalah penyakit dan masalah ketahanan pangan, ia bisa jadi tambahan senjata kita,” tutup Palmer.

Leave A Reply

Your email address will not be published.