Berita Nasional Terpercaya

Kemampuan Pimpinan KPK Baru Berantas Korupsi Diragukan

0

JAKARTA,HarianBernas.com–Tanpa bermaksud merendahkan, kemampuan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019 untuk memberantas korupsi sangat diragukan. Sebab mereka lebih mengutamakan pencegahan ketimbang penindakan padahal banyak kasus korupsi sudah terjadi.

“Lima pimpinan KPK pilihan Komisi III DPR RI cenderung lebih mengutamakan pencegahan, sehingga upaya pemberantasan dan penindakan sangat diragukan. Dan kelima pimpinan KPK yang terpilih kurang menggembirakan, karena Komisi III DPR RI lebih memilih figur-figur yang setuju revisi UU KPK,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW Emerson Juntho dalam diskusi “KPK Jilid IV” di Jakarta, Sabtu (19/12).    

Emerson mensinyalir gerakan yang ingin merevisi UU KPK substansinya ingin melemahkan kewenangan KPK. Karena itu, jika UU KPK direvisi, pihaknya khawatir KPK yang selama 12 tahun sudah berjalan baik makin lemah. Menurut Emerson, ICW juga melihat beberapa proses seleksi calon pimpinan KPK, baik di Panitia Seleksi (Pansel) maupun di Komisi III DPR RI, yang cenderung memilih figur yang fokus pada aspek pencegahan. Dan kalau KPK lebih mengutamakan pencegahan, maka KPK bisa berganti nama menjadi Komisi Pencegahan Korupsi.

Menurut Emerson, dari 10 calon pimpinan KPK, ada tiga calon dari internal KPK yakni Busyro Muqqoddas, Johan Budi dan Bambang Widjanarko, namun semuanya tidak terpilih. Padahal pihaknya yakin ketiga nama itu mampu meneruskan estapet kerja pimpinan KPK.

 Menurut Emerson, wajah-wajah baru pimpinan KPK memang masih segar tapi perlu adaptasi dan proses untuk dapat berlari kencang melakukan pemberantasan korupsi. Sementara anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamil menilai, delapan nama calon pimpinan KPK hasil seleksi dari Pansel yang dikirim oleh Presiden Joko Widodo ke DPR RI memenuhi persyaratan untuk menjadi pimpinan KPK. Ia mengibaratkan calon pimpinan KPK seperti buah apel, ranum dan indah. “Kalau buaha apel dimakan, tidak membuat yang memakannya sakit perut,” kata Nasir.

Dikatakan, Presiden Joko Widodo memiliki itikad baik mengirimkan calon pimpinan KPK yang terbaik untuk melanjutkan tugas-tugas KPK. “Siapapun calon pimpinan KPK yang dipilih sudah oke. Mereka sudah siap bekerja,” kata Nasir lagi.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.