Berita Nasional Terpercaya

Karlina Denistia: Lakukan yang Kamu Sukai dan Sukai Apa yang Kamu Lakukan

0

YOGYAKARTA, HarianBernas.com — ?Do What You Love and Love What You Do? adalah moto hidup Karlina Denistia yang lahir di Purwokerto, 23 Desember 1986. Lulusan S1 Sastra Inggris Universitas Sanata Dharma dan S2 Linguistik Universitas Gadjah Mada ini senang berbagi di bidang pendidikan.

Prestasi Karlina Denistia sudah terlihat sejak ia kuliah di Universitas Sanata Dharma menjadi lulusan terbaik Sastra Inggris dengan meraih GPA 3.93, kemudian ia melanjutkan studi S2 Linguistik di Universitas Gadjah Mada dengan meraih GPA 3.83, dan sekarang ia mendapatkan beasiswa dari Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). Sebagai lulusan terbaik pada tahun 2009 Universitas Sanata Dharma, Karlina memulai kariernya menjadi guru Bahasa Inggris di salah satu bimbingan belajar PRIMAGAMA Yogyakarta dan pada tahun 2010 menjadi guru di LBPP LIA Yogyakarta.

Tak henti prestasinya dari tamatan terbaik, ia selalu berusaha untuk maju hingga saat ini Karlina menjadi dosen Universitas Gadjah Mada di Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, dan Pusat Pelatihan Bahasa Universitas Gadjah Mada. Melalui berbagai prestasi yang ia raih hingga berhasil mendapatkan beasiswa S3 di Eberhard Karls Universitaet Tuebingen, Germany merupakan suatu kebanggaan.

Passion-nya berkontribusi untuk pendidikan di Indonesia dimulai dari mengajak masyarakat untuk saling berbagi, peduli membantu adik-adik yang telantar dan wajib sekolah dengan “mari mengumpulkan koin” untuk sampai pada pendidikan yang layak. Menurut Karlina (29), kebaikan pasti menular. Di mana ada niat yang utuh, di situ pasti ada jalan. Mengidolakan Anies Baswedan, menurut Karlina, ?Karena dia bisa menggerakkan massa sebegitu masifnya untuk gerakan Indonesia Mengajar. Anies juga memiliki dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan. I love education, so I make him as someone whom I look up.?

Kepeduliannya terhadap dunia pendidikan sangat besar. Ia mewujudkannya melalui komunitas Coin A Chance! Yogyakarta sebagai founder komunitas peduli pendidikan Coin A Chance! Yogyakarta. Komunitas Coin A Chance! Yogyakarta atau disebut juga dengan CAC Jogja! merupakan komunitas yang bertujuan untuk meningkatkan pendidikan dengan konsep yang sederhana, bahwa dengan koin saja kita bisa membantu. Tidak perlu lembaran uang berwarna merah dan biru, cukup uang logam atau receh yang notabene remeh dan jarang diperhatikan, seringkali dibiarkan begitu saja di saku, ditumpuk, atau bahkan dikumpulkan hingga menumpuk debu.

Awal mula, CAC! Jogja berdiri pada tahun 2008 hanya dibentuk oleh Karlina Denistia bersama temannya, Tika Yusuf. Hingga saat ini, komunitas Coin A Chance! Yogyakarta sudah berjalan hingga 7 tahun dan mampu membiayai sekolah 35 adik asuhnya mulai dari SD hingga SMK dan dengan jumlah volunteer mencapai 100 volunteer.

Salah satu adik asuh pertama CAC! Jogja berprestasi, Adik Dewa, memiliki latar belakang ekonomi yang minim dengan orangtua hanya buruh cuci dan pemulung membutuhkan alat tulis sebagai media pembelajaran dan harus membeli LKS. Melalui CAC! Jogja, ia terbantu dan sekarang sudah masuk SMP.

Adik asuh CAC! Jogja berprestasi lainnya, Adik Dyah ijazahnya ditahan karena belum melunasi uang buku Rp260.000. Menurut Karlina, for me it?s only Rp260.000, tapi buat mereka it?s Rp260.000. Sampai sekarang ia menjadi anak asuh  dan masuk di SMK 6 Yogyakarta termasuk sekolah yang maju. Uang logam yang bagi banyak orang tidak memiliki arti, bagi CAC! Jogja sangat berarti. 

Selain itu, Karlina juga seorang penulis. Pemilik akun twitter @karlinakuning ini mencoba bagaimana agar twitnya bermanfaat untuk banyak orang dan kemudian muncullah ide membuat tagar #easyenglish dengan hari dan jam sesukanya.

Media twitter ternyata bisa menjadi media belajar. Poin kreativitasnya ada pada bagaimana ia bisa membuat penjelasan yang ringkas, jelas, padat, dan tidak membosankan. Melalui bekal ilmu bahasa Inggris yang ia miliki dan berbagi malui #easyenglish membawa Karlina pada suatu hari Gita Romadhona menghubunginya melalui Facebook dan menawarkan #easyenglish menjadi sebuah buku. Jadilah buku #easyenglish yang diterbitkan oleh GagasMedia.

Buku #easyenglish yang diterbitkan GagasMedia adalah buku pertama yang dibuat Karlina dan salah satu cara untuk berbagi dalam belajar bahasa Inggris dengan mudah. Tidak berhenti pada buku #easyenglish, Karlina membuat buku kedua berjudul Egnlish. Sengaja buku Egnlish dalam penulisannya dibuat keliru, karena pada buku ini berisi bagaimana spelling dalam Bahasa Inggris dengan benar. Buku ketiga yang diterbitkan Karlina, yaitu Umroh For Beginner dan buku keempat yang akan diterbitkan kembali pada #easyenglish namun jilid dua. Tidak hanya dengan GagasMedia, Karlina juga sudah bekerjasama dengan Bentang Pustaka dan Gramedia untuk menerbitkan bukunya.

Kepeduliannya terhadap pendidikan ia terus kembangkan dan bagikan kepada anak muda khususnya agar mudah belajar bahasa Inggris. Belajar Bahasa Inggris dengan fun yang selalu Karlina latih dan tidak hanya melalui buku, namun juga melalui YouTube #easyenglish sudah bisa dilihat di media tersebut dengan tagar #easyenglish.

Mengapa #easyenglish? Membuat English menjadi easy dalam pemahaman. Jarang sekali ada rumus-rumus grammar. Baginya, menjelaskan dengan rumus supaya kelihatan pintar belum tentu easily understood. Karlina membuat bahasa Inggris menjadi satu hal yang dekat. Fun artinya mengasyikkan. Selain penjelasan, ia juga membuat games dan trivia yang bisa menjadi ajang asik-asikan. Misalnya, bahwa ternyata “see” dan “look” itu berbeda, bahwa ternyata “sometime” dan “some time” itu berbeda. #easyenglish bisa langsung dipraktikkan. Misalnya, bertanya menggunakan bahasa Inggris, berbicara menggunakan bahasa Inggris, dialek British-American.

Karlina Karlina juga seorang penyiar Radio Swaragama FM untuk program #easyenglish. Menurut Karlina, semua berawal dari twitter, maka ia tidak akan membuat #easyenglish menghilang dari kancah pertwitteran. Setiap Jumat Malam Pukul 21:00 WIB #easyenglish masih dengan setia hadir di timeline twitter @karlinakuning

Penggemar warna kuning dan Fans Armand Maulana ini berharap agar ia selalu bisa berbagai dalam memajukan pendidikan Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.