Berita Nasional Terpercaya

Satu Lagi Potret Kehidupan Tentang Pengungsi Suriah

0

LEBANON, HarianBernas.com– Siapa yang tahu nasib seseorang? Orang yang awalnya hidup menderita dapat memiliki hidup yang jauh lebih bahagia di masa yang akan datang. Walau kini kita dihadapi kesulitan, selalu ada jalan buat mendapatkan kemudahan dan kebahagiaan yang kita impikan.

Abdul Halim al-Attar, pengungsi dari Suriah ini awalnya menjadi perhatian publik selepas foto-fotonya menjual pena sembari menggendong putrinya tersebar di dunia maya. Dikutip dari huffingtonpost.com, dulunya ia menjual pena di jalanan Beirut. Dan selepas kisahnya tersebar, bantuan pun menghampiri melalui penggalangan dana online (online crowdfunding campaign) dan donasi pun terkumpul sebanyak 191 ribu dolar (setara 2,6 miliar rupiah).

Saat ini, pria yang juga seorang ayah ini telah memiliki usaha sendiri. Dia mendirikan usaha 2 toko roti, satu kedai kebab, dan sebuah restoran kecil. Ia juga turut mempekerjakan 16 pengungsi Suriah. Wah, bila dulunya hidupnya terlihat sengsara, namun siapa sangka kini ia telah dapat membangun lapangan kerja untuk rekan-rekannya yang lain.
“Tidak hanya hidupku saja yg berubah, namun juga hidup anak-anak dan warga Suriah yang kubantu,” ujar Abdul yg memberikan donasi sebesar 25.000$ kepada teman-teman dan anggota keluarganya di Suriah.

Berkat donasi yang besar itu, Abdul dapat memberikan hidup yang lebih layak untuk keluarganya di Beirut. Anak-anaknya sekarang dapat tinggal di apartemen dengan 2 kamar tidur. Walaupun lingkungan apartemennya kerap beisik, namun sang putri Reem (4 tahun) tampak bahagia memamerkan mainannya dan sang putera Abudellah (9 tahun) telah dapat kembali sekolah setelah 3 tahun putus sekolah. Sementara istrinya saat ini kembali ke Suriah.

Dari donasi yang sudah dikumpul, Abdul baru menerima sekitar 168.000$ . Walaupun belum tahu kapan ia dapat memperoleh sisa uangnya, namun ia telah sangat bersyukur. Ia pun berencana untuk menginvestasikan uang tersebut.
“Saat Tuhan telah mentakdirkanmu sesuatu, kamu pasti akan memperolehnya,” ujar Abdul. Abdul dan 16 pegawainya dapat dibilang beruntung bisa bekerja di Beirut, Lebanon. Karena ada sekitar 12 juta pengungsi Suriah yang tinggal di negara itu dan kesulitan dapat pekerjaan. 
 
Dengan status dan kehidupan yang lebih baik, Abdul kini merasa makin diterima di lingkungan tempat tinggalnya. “Mereka makin ramah menyapaku setiap kali melihatku. Mereka jadi lebih menghormatiku,” kata Abdul dengan senyuman.
 

Leave A Reply

Your email address will not be published.