Berita Nasional Terpercaya

Menyulap Produk Sisa Jadi Fashion Kreatif, Hingga Meraup Omzet Ratusan Juta Tiap Bulan

0

SEMARANG, HarianBernas.com— Mungkin sebagian teman-teman ada yang sudah memasuki mahasiswa tingkat akhir ?

Apakah teman-teman sudah mengambil keputusan,langkah apa yang akan di ambil setelahnya ?

Mungkin sebagian sudah ada yang mantap menunjuk profesi atau bidang tertentu. Namun, tak sedikit pula yang masih di awang-awang tentang langkah selanjutnya.

Berikut ini ada kisah inspiratif dari seorang entrepreneur muda yang sukses mengembangkan bisnis dengan gelarnya sebagai fresh graduate. Mungkin bisa jadi inspirasi dan motivasi buat teman-teman yang masih galau tentang langkah ke depan.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Lalu siapakah sosok tersebut ?

Ia adalah Dea Valencia Budiarto. Bisa dibilang, ia adalah seorang pemudi yang cerdas dan mempunyai kreatifitas tinggi. Bagaimana tidak, ia telah menimba ilmu pendidikan tinggi di Universitas Multimedia Nusantara, jurusan Sistem Informasi pada usia 15 tahun dan menamatkanya pada usia 18 tahun, keren kan! Tidak hanya dikenal sebagai sosok yang cerdas, kelebihan Dea juga terlihat dalam hal kreatifitas menciptakan produk fashion.

Kisahnya berkenalan dengan bisnis fashion, dalam hal ini batik diawali ketika pada satu saat ia sangat tertarik dengan salah satu produk batik. Kala itu perempuan muda asal desa Gombel, Semarang, Jawa Tengah tersebut tidak mampu membeli batik idamanan itu.

Tak habis akal, otak kreatifnya pun mulai berpikir. Lantas ia membongkar kembali baju dan kain batik lama yang ia miliki di rumah. Baju dan kain batik tersebut dikumpulkan untuk satu tujuan, jika tidak bisa membeli maka ia harus bisa membuat sendiri. Tak lama setelah itu tangan kreatifnya mulai mengumpulkan batik bekas tersebut dan membentuknya sesuai dengan ide dan imajinasinya.

Batik sisa pun tak luput disulap menjadi pelengkap item fashion batik ala Dea Valencia. Dan hasilnya, tak disangka produk yang menjadi cikal bakal brand bisnis “Batik Kultur” miliknya tersebut sangat unik dan mempunyai nilai jual tinggi. Mulailah ia memasarkan produknya kepada teman-temannya dan berbagai media lain.

Awalnya memang hanya skala kecil yakni sekitar 20 potong baju saja. Namun kini setelah bisnis semakin dikenal dan ramai peminat, tak kurang dari 1000 potong baju harus dikerjakan Dea beserta tim  untuk memenuhi pesanan dalam satu bulan. Dengan harga produk berkisar Rp 250 ribu hingga Rp 1,2 juta perpotong, Dea bisa meraup omzet hingga Rp 300 juta per bulan, angka fantastis untuk bisnis yang dijalankan seorang fresh gradute.

Bahkan, tidak hanya di seantero Indonesia produk fashion batik miliknya juga diminati konsumen asing di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Hongkong, Belanda, Singapura, dan Norwegia. Hal ini juga tak lepas dari upaya penjualan online yang ia lakukan lewat website bisnisnya, Batikkultur.com.

Selain itu ia juga mempunyai tim kerja yang solid. Yang menarik diantara para karyawannya, ada yang menyandang disabilitas seperti tuna rungu atau tuna wicara.

Kisah Dea Valencia Budiarto tentu bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, khususnya bagi para fresh graduate yang sedang mencari peluang karir atau bisnis. Kreatifitas dipadu dengan konsistensi membangun bisnis bisa menjadi resep ampuh membangun bisnis dengan kesuksesan luar biasa di kemudian hari. Semangat berbisnis!

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.