Berita Nasional Terpercaya

Dalam Melakukan Sterilisasi Gereja, Polres Bantul Melibatkan Penjinak Bom

0

BANTUL,HarianBernas.com–Dalam melakukan sterilisasi gereja-gereja sebagai bagian dari pengamanan perayaan Natal, Polres Bantul, DIY, akan melibatkan tim penjinak bom dari Satuan Brimob DIY. Menurut Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Bantul Kompol Luthfi di Bantul, Rabu, pihaknya melakukan sterilisasi di semua gereja menjelang Natal 25 Desember. Dan yang khusus mendapatkan sterilisasi dari Unit Penjinak Bom Brimob DIY ada lima gereja, sementara gereja-gereja yang lain disterilisasi personel dari masing-masing kepolisian sektor (polsek).

Dikatakan, kelima gereja besar yang disteril dengan penjina bom adalah Gereja Santo Paulus di Pringgolayan Banguntapan, Gereja Santo Yakobus di Klodran, Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus di Ganjuran, Bambanglipuro, Gereja Salib Suci di Gunung Sempu dan Gereja Santa Theresia di Sedayu.

Menurut Kompol Luthfi, dalam melakukan sterilisasi, para petugas menggunakan peralatan lengkap, seperti metal detector, kamera mini dan tongkat cermin. Mereka akan menyisir benda-benda yang membahayakan di gereja-gereja itu. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa di gereja itu tidak ada benda-benda mencurigakan yang seharusnya tidak ada di gereja yang bisa mengganggu jalannya Misa Natal.

Menurut Kompol Luthfi, pihaknya akan mendirikan pos pengamanan Natal di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, karena gereja ini biasanya didatangi banyak umat. Selain mengamankan gereja, anggota yang bertugas juga akan mengamankan arus lalu-lintas agar tidak terganggu dengan kendaraan jemaat saat perayaan Natal.

Dikatakan, selain fokus pada pengamanan gereja, jalur wisata juga perlu mendapat pengamanan agar tidak terjadi gangguan keamanan dan agar lalu-lintas kendaraan tetap lancar. “Kami juga fokus di tempat wisata-wisata, khususnya pantai. Dalam pengamanan Natal, kami juga melibatkan unsur masyarakat yang ingin membantu pengamanan Natal hingga Tahun Baru 2016.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.