Berita Nasional Terpercaya

Tiga Perompak MT Joaquim Singapura Ditangkap Koarmabar

0

JAKARTA,HarianBernas.com– Tiga pelaku perompakan kapal berbendera Singapura MT Joaquim yang terjadi di perairan Selat Malaka, 8 Agustus 2015, ditangkap oleh tim reaksi cepat Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) di kawasan Bandung, Jawa Barat, 14 Desember 2015. Ketiga pelaku yang diduga terlibat perompakan itu berinisial HU, AG dan AS. Tim juga berhasil menemukan kapal Kharisma-9.

 Menurut Panglima Koarmabar Laksamana Muda TNI A Taufik R di Markas Koarmabar, Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (23/12), MT Joaquim yang mengangkut 3.500 MT Light Crude Oil (LCO) dirompak di perairan saat tengah berlayar dari East Outer Port Limit (EOPL) menuju Melaka. Para pelaku mengambil LCO sebanyak 2.900 MT (shiponing) dan dialihkan ke kapal mereka, MT Kharisma-9. Para pelaku kemudian merusak mesin hidrolik dan jangkar MT Joaquim agar kapal tersebut tidak bisa berlayar mengikuti kapal mereka.

Selanjutnya Koarmabar mencari keberadaan kapal tersebut dengan mengerahkan unsur-unsur KRI di sepanjang perairan Selat Malaka, Selat Karimata dan Laut Jawa yang didukung oleh Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) guna mencari keberadaan para pelaku perompakan di darat. Dan pada Senin (14/12) lalu, Tim WFQR berhasil menangkap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus perompakan MT Joaquim, yakni HU (53) selaku kapten kapal, AG dan AS (30) ABK Mualim I MT Kharisma 9, di Bandung, Jawa Barat.

Dari pengakuan ketiga tersangka, MT Kharisma-9 segera berlayar menuju perairan Batam dan menurunkan 7 perompak di pulau Karimun Besar setelah melakukan shiponing,. Kapal mereka kemudian berlayar ke Laut Jawa dan lego jangkar di perairan Bojonegara, Banten.

Setelah melakukan perompakan, MT Kharisma-9 dua kali berganti nama menjadi MT Antela dan MT Union Star. Pergantian nama diketahui setelah pada Selasa (15/12) lalu Tim WFQR Koarmabar berhasil menemukan MT Kharisma-9 yang sedang lego jangkar di perairan Bojonegara, Banten, di antara Pulau Tarahan dan Pulau Panjang.

Menurut Pangarbar, ketika ditemukan kapal sudah berganti nama menjadi Union Star dengan lambung kapal terindikasi dicat ulang menjadi warna abu-abu dengan warna dasar hitam, mesin kapal dalam keadaan mati dan tidak ada ABK. Selain itu, ditemukan life jacket bertuliskan Antela, berkas fresh water sounding oleh PT Victor Stell Indonesia atas nama MT Kharisma-9, bekas shipboard marine pollution emergency plan atas nama MT Kharisma-9 dan sisa LCO sebanyak 700 KL.

Menurut Pangarbar, para pelaku yang tertangkap mengaku semua aksi itu atas perintah EN (wanita) dibantu BU alias AN yang sampai saat ini masih DPO. Ada juga kapal-kapal yang ikut dalam membantu aksi kejahatan itu antara lain MT Patriajaya-1, MT Hartadika dan MT Matahari Laut.

Mereka melakukan kegiatan ilegal yaitu MT Matahari Laut memberikan dukungan logistik kepada ABK MT Kharisma 9, 20 Agustus 2015, MT Patriajaya-1 mengambil LCO sebanyak 1100 KL pada 27 Agustus 2015 dan MT Hartadika juga mengambil LCO sebanyak 1100 KL pada tanggal 3 September 2015. “Semua kapal tanker tersebut saat ini sudah berhasil ditangkap,” kata Taufiq.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.