Berita Nasional Terpercaya

KPK Perlu Bersinergi dengan Kejaksaan dan Kepolisian dalam Memberantas Korupsi

0

JAKARTA,HarianBernas.com–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019 harus bersinergi dengan Kejaksaan dan Kepolisian dalam membangun supremasi hukum, terutama dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain itu,  KPK perlu melakukan supervisi dengan Kejaksaan dan Kepolisian, sehingga kedua lembaga penegak hukum permanen itu menjadi lebih kuat.

“Kami mengharapkan agar pimpinan KPK yang baru dilantik dapat bersinergi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan,” kata Ketua Bidang Hukum DPP PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan pada diskusi “Jalan Trisakti Penegakan Hukum Bersama Jokowi: Catatan Akhir Tahun Hukum dan HAM 2015 PDI Perjuangan” di Jakarta, Rabu (23/12).

Menurut Trimedya, lima pimpinan KPK yang dipilih Komisi III DPR RI adalah figur terbaik dari 10 calon pimpinan KPK yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Ia berharap pimpinan KPK dapat bekerja baik dan tidak terjadi masalah selama empat tahun ke depan. Sebab, menurut Trimedya, pimpinan KPK periode kedua, Antasari Azhar, menghadapi persoalan hukum. Kemudian, Pimpinan KPK periode ketiga, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto, juga menghadapi persoalan hukum. “Kami mengharapkan pimpinan KPK periode IV dapat bekerja dengan baik sampai akhir periode tugasnya,” kata Trimedya.

Trimedya pun memuji komitmen pimpinan KPK yang baru untuk melimpahkan kepada polisi dan kejaksaan hasil operasi tangkap tangan (OTT) yang setelah dikembangkan ternyata dugaan korupsinya di bawah Rp 1 miliar. Hal ini merupakan langkah baik pimpinan KPK dalam melakukan sinergi dengan Kejaksaan dan Kepolisian.

Sementara di sisi lain, PDI Perjuangan berharap pimpinan Kejaksaan Agung dan pimpinan Polri dapat melakukan reformasi lembaganya, mulai dari rekrutmen pegawai, pola mutasi sampai pengangkatan pejabat. “Harus ada standar dan kriteria yang jelas,” kata Trimedya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.