Berita Nasional Terpercaya

Jenderal Veteran Yang Kini Jadi Pengemis dan Terabaikan

0

PADANG, HarianBernas.com – Kebayang gak sih jika kamu terlahir pada masa masa perang  di jaman penjajahan dulu?

Apakah kamu akan memiliki semangat juang yang sama seperti para pahlawan jaman  dulu?

Jika ia, berarti anda bisa dikatakan sebagai Pahlawan Nasionalis  berkat jasa ? jasa anda yang besar untuk membela Negara Indonesia. Wah bangga sekali bukan?

Namun tahukah anda, ternyata masih ada beberapa tokoh pejuang  veteran yang dulnya mati matian membela Negara Indonesia dengan semangat juang yang tinggi, namun kini tokoh pejuang veteran ini harus mengalami nasib yang sangat memilukan. Bagaimana kisahnya?

Veteran merupakan panggilan untuk mereka yang pernah terlibat aktif dalam sebuah peperangan. Di Indonesia masih ada beberapa ribu veteran yang tertinggal namun nasib mereka hampir sama. Tidak mendapatkan perhatian dari bangsa sendiri sehingga di masa tuanya kehidupan mereka sungguh tragis.

Dia adalah Anwar, seorang veteran perang asal Padang yang lahir pada 18 Desember 1914. Sekitar tahun 2010-an, ketika zaman-zamannya semua orang tergila-gila dengan permainan poker online,siapa yang mengira, foto seorang pengemis sedang meminta-minta diubah menjadi meme. Ntah  siapa yang memulai, namun meme itu sungguh nge-hits. Tampak seorang kakek-kakek dengan baju lusuh menadahkan tangan lalu ada kalimat “Mintak chip pak, daritadi belum main poker”.

Namun tahukah anda?  Sebenarnya orang tua itu bukan orang sembarangan. Dia salah seorang pejuang kemerdekaan yang punya pangkat terakhir letnan kolonel. Dia mantan komandan kompi yang pernah berada di barisan depan saat melawan penjajah seperti Jepang, Inggris, dan Belanda di Sumatera Selatan. Dan yang lebih hebatnya lagi pak Anwar fasih 3 bahasa asing dari negara-negara tadi.

Pada Zaman merebut kemerdekaan, Anwar mengalami berbagai hal tak mengenakkan. Kaki tertembus peluru, tertangkap, dibui, mengalami penyiksaan oleh penjajah, dan sebagainya. Namun itu tentunya tak membuat dia gentar. Hingga akhirnya sang saka merah-putih berkibar.

Namun setelah mengusir penjajah, nasibnya malah terjajah oleh hidup. Anwar pahlawan yang diabaikan oleh mereka yang memerintah negeri ini. Tak memiliki keluarga sebab sang istri meninggal saat mengandung anak pertama mereka, Anwar hidup sebatang kara. Dia menumpang di sebuah rumah warga di Kota Padang. Setelah semua pekerjaan dia lalui bahkan sempat terjerumus ke lembah hitam, pada akhirnya Anwar menyerah pada nasib dan menjadi pengemis.

Apalagi Pak Anwar tidak memiliki surat keterangan yang mengatakan dirinya veteran. Namun sayang, surat itu hilang. Jika dia punya, mungkin masih bisa mendapat tunjangan dari pemerintah. Tapi apa daya, nasib Anwar pun semakin terabaikan. Hingga akhirnya 2011 lalu, Anwar menghembuskan nafas terakhirnya di Kota Padang. Selamat jalan pak Anwar. Semoga lewat kisah ini yang bertepatan dengan momen Hari Pahlawan, anda salah satu dari warga negeri ini makin peduli terhadap nasib para veteran.

Leave A Reply

Your email address will not be published.