Berita Nasional Terpercaya

Seorang Tuna Netra Bisa Menuang Air Tanpa Tumpah Berkat Alat Karya Siswi Kelas Empat SD ini

0

HarianBernas.com – Huruf braille, biasa digunakan bagi mereka yang tuna netra. Namun, siapa sangka bila huruf braille ini dikembangkan pada alat makan? Ketika seorang tuna netra menuang air pada gelas ini, gelas ini akan memberikan tanda bila sudah penuh. Bagaimana bisa? Penasaran? Simak kisahnya.

Seorang anak kelas empat SD, memiliki ide agar tuna netra dapat menuang air pada gelasnya sendiri dan air tersebut tidak tumpah. Ia adalah Nadya Almass Lutfiahardha Arief, atau kerap dipanggil Nadya. Dengan uang sakunya, Nadya membeli boneka burung yang bila perutnya ditekan akan berbunyi. Nadya membelah perut burung tersebut dan mengambil alat tersebut. Ia tidak bekerja sendiri, ia melibatkan teman dan gurunya.

Dari alat tersebut, tim mencari rangkaian speaker dan sensor sentuh yang terdiri dari dua alur.

Rangkaian speaker dibuka untuk diambil alur positif (+) dan negatif (-). Kabel hitam disolder di alur (+) dan kabel merah disolder di alur (-). Setelah diutak-atik, rangkaian dikembalikan seperti semula dan menyisakan dua kabel yang berada di luar rangkaian. Dua kabel itu ditekuk hingga memungkinkan untuk dikaitkan pada gelas. Dengan cara ini, ujung kabel berkutub (+) dan (-) menempel pada bagian dalam gelas.

Cara kerjanya adalah, air dituangkan kedalam gelas. Bila air sudah mencapai batas maksimum, air akan menyentuh kedua ujung kabel (+) dan (-). Hal ini, membuat alat ini mengeluarkan suara seperti burung “cuit cuit cuit”. Air sebagai pengganti saklar. Sehingga bila terdengar suara tersebut, orang tuna netra akan berhenti menuang airnya. Ciptaan Nadya ini diberi nama Braille Glass.

Braille Glass sempat dilombakan pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 2011. Namun, karya ini terlalu sederhana, dan belum tentu mudah diaplikasikan langsung pada masyarakat. Walaupun belum menang di tingkat nasional, LIPI menyarankan agar Nadya ikut dalam ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) tahun 2012 di Thailand. Sepertinya, usahanya berbuah manis. Nadya berhasil meraih medali perunggu pada ajang ini. Meraih medali perunggu adalah prestasi yang membanggakan bagi Nadya dan tim.

Anak SD idenya kreatif ya? Bagaimana dengan anda?

Leave A Reply

Your email address will not be published.