Berita Nasional Terpercaya

Ketika Orang Lain Masih Mengangankannya, Wanita Ini Menjadi Perintis Jasa Pembayaran Digital di Indonesia

0

JAKARTA, HarianBernas.com— Kamu punya impian? Sudah tercapai ? Seberapa besar usaha dan perjuangan kamu?

Apakah sebagian besar waktu kamu digunakan untuk tidur atau berjuang meraih impian ?

Mungkin sosok wanita ini bisa menjadi contoh. Ia harus merelakan sebagian besar waktu istirahatnya untuk selalu siap jika terjadi satu dua hal menyangkut perusahaan yang ia dirikan.

Siapakah wanita tersebut ?

Ia adalah Nabilah Alsagoff. Ia bukanlah seorang wanita asli Indonesia. Namun meski berpasport Singapura, ia memiliki keyakinan dan pandangan yang sangat besar terhadap potensi pasar keuangan digital yang ada di Indonesia. Menoleh ke belakang beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2000, saat ini Nabilah sedang merintis mimpi besarnya dalam bisnis jasa keuangan digital.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Saat itu, dirinya sudah menjalin komunikasi serius dengan pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) terkait beberapa hal yang menyangkut bisnis digital. Pada tahun 2000, di Indonesia masih jauh dari hiruk pikuk perkembangan bisnis digital. Namun tentu tidak sedikit yang mempunyai visi ke depan dari ranah bisnis tersebut.

Salah satu nama yang punya visi tersebut yaitu Nabilah Alsagoff. Dan topic cyber law,  e-commerce , dan e-travel menjadi bahan bahasan yang wajib dikupas oleh ia dan tim yang ia miliki. Di depan lembaga terkait, ia harus menjelaskan tentang definisi setiap istilah tersebut. Namun bukan sebatas definisi, ia juga harus mampu menjabarkan definisi tersebut menjadi satu proses konkrit dari awal sampai akhir bagaimana hal itu dijalankan.

Seperti  mendefinisikan tentang e-travel, ia tidak hanya dituntut menjelaskan konsep e-travel saja. Namun lebih dalam, harus disertakan alur proses mulai awal bagaimana skema pemesanan tiket, pembayaran, hingga layanan e-travel tersebut dapat digunakan. Jika konsep tersebut ditanyakan saat ini mungkin sudah banyak yang bisa menjabarkannya, tapi dulu mungkin konsep ini baru menjadi angan-angan dengan berkaca pada bisnis serupa yang sudah diterapkan di luar negeri.

Di tahun 2005, jalan Nabilah Alsagoff membangun Doku sebagai layanan pembayaran digital sudah mulai menata jalurnya. Salah satu cerita menarik hadir ketika dirinya harus bekerja layaknya petugas pemadam kebakaran. Bagaimana bisa begitu?

Pada masa itu, ia bersama tim sedang dihadapkan pada satu fase dimana mereka harus bisa meyakinkan pihak yang terkait bisnis Doku. Diantaranya pihak bank dan beberapa mitra bisnis. Nah, di sinilah kerja keras dan loyalitas Nabilah seperti diperas.

Ia mengisahkan bahwa seringkali ia harus selalu siap setiap ada panggilan terkait bisnis yang masuk padanya. Dan sebagai media komunikasi, perangkat Blackberry miliknya selalu online di samping bantal tidurnya. Karena kapanpun panggilan masuk di tengah malam sekalipun, ia akan siap dan bisa mulai bekerja. Keren bukan ?

Inilah salah satu cara Nabilah mempertahankan kepercayaan yang diberikan kepadanya dan tim Doku. Ia meyakini besarnya harapan yang ditanamkan para mitra terhadap bisnis miliknya. Dan jika ia dan tim gagal, maka yang akan kecewa tidak hanya mereka, namun semua pihak yang terlibat di dalamnya itu.

Nabilah Alsagoff menyatakan bahwa saat ini kebanyakan kliennya adalah pihak perusahaan besar yang membutuhkan layanan pembayaran digital dalam skala yang besar juga, seperti Sinar Mas Land, Air Asia, Oppo, VIVA hingga industri hiburan Indonesian Idol.

Tidak mengherankan jika lantas banyak investor yang melirik Doku sebagai media investasi yang menjanjikan. Namun yang menarik, Nabilah merasa bahwa saat ini ia dan timnya masih nyaman dengan keadaan tanpa sokongan investor. Namun tentu tidak menutup kemungkinan terjalin kerja sama di masa depan.

Sekarang ini Nabilah masih aktif menjadi COO Doku. Di bawah komandonya bersama beberapa pimpinan lain, Doku telah berkembang tak hanya sebagai perintis jasa pembayaran digital di Indonesia tapi juga menjadi yang terbesar hingga saat ini. Tercatat kini sudah ada lebih dari 2000 perusahaan mitra yang tergabung dengan Doku. Dengan layanan utama Doku Wallet dan MyShortCart, nama Doku memang tak perlu diragukan lagi.

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.