Berita Nasional Terpercaya

Apes Tidak Mengenal Senior atau Yunior

0

Oleh: Lusy Laksita

Professional MC ? TV Presenter ? Radio Announcer ? Trainer ? Public Speaker

Managing Director ?Lusy Laksita? Broadcasting School & Partner In Comm

Pembaca tentunya mengetahui sesuatu yang terjadi beberapa hari kemarin yang membuat heboh dan tak habis habisnya menjadi pembicaraan siapa saja dan di mana saja. Kejadian itu adalah ketika Steve Harvey melakukan kesalahan fatal saat menjadi Pembawa Acara Malam Final dan Pengumuman Miss Universe 2015.

Kesalahan tersebut terjadi pada saat Steve mengumumkan siapakah yang menjadi Miss Universe 2015, dia menyebut Miss Columbia sebagai Miss Universe 2015 padahal yang benar adalah Miss Philippines. Sontak setelah kejadian tersebut Steve Harvey menjadi topik pembicaraan, termasuk di dunia maya. Banyak yang mengecam, menyalahkan dan bertanya tanya kenapa sebagai orang yang dipilih menjadi Pembawa Acara bergengsi tingkat dunia dia justru membuat kesalahan, kesalahan yang sangat fatal.

Saat mendengar berita tersebut saya memang sedang mengajar pada sebuah in house training, sehingga berita tersebut saya terima secara sekilas saja. Saya sempat juga berpikir dan bertanya tanya kenapa hal itu bisa terjadi, namun saya tidak sempat membahasnya lebih dalam karena saya harus mengajar. Setelah saya selesai mengajar dan mengikuti beritanya serta menyaksikan videonya, membaca bahasa tubuhnya setelah membuat kesalahan juga saat dia meminta maaf, spontan saya hanya bisa berkata ?Apes tenan si Steve Harvey ini ??

Kata Apes, kata sifat yang berasal dari bahasa Jawa ini  menurut KBBI artinya adalah celaka, sial, tidak beruntung. Menurut saya kata inilah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi Steve Harvey saat itu. Saya yakin bahwa sebagai Pembawa Acara yang profesional dengan pengalaman yang banyak, Steve pasti mempersiapkan diri dengan baik dan matang untuk dapat memandu acara yang dipercayakan kepadanya itu, dia pasti tidak main main karena ini adalah bagian dari pertaruhan nama dan integritasnya sebagai seorang Professional MC. Pengalamannya tentu juga membantu dia untuk dapat tampil baik saat menjadi Pembawa Acara saat itu. Lalu apakah grogi? Menurut saya tidak, karena pengumuman itu bukan di awal acara, kalaupun grogi pasti dia dapat mengatasinya.

Saya mencoba berpikir dan mencari apa penyebab Steve bisa melakukan hal fatal tersebut. Tidak fokus? Bisa juga, mungkin dia terlalu lelah atau ada hal lain yang membuat dia menjadi tidak fokus pada apa yang harus disampaikannya. Bisa juga karena brief yang dia terima membingungkan, ini juga berpengaruh, tetapi saya tidak dapat memastikan juga karena saya tidak tahu persis proses briefing-nya.

Banyak yang bilang, karena Cue Card-nya atau Kartu Acaranya kurang informatif dan desainnya membingungkan. Bisa juga demikian, saya juga berpendapat bahwa Cue Card juga punya andil, meskipun menurut saya MC bisa ?mengakalinya? supaya lebih mudah memahami Cue Card tersebut. Tentang Cue Card ini akan saya bahas pada rubrik ini, edisi mendatang. Saya sempat berpikir juga, kemungkinan karena Steve terlalu hati hati, khawatir dan berpikir jangan sampai salah menyebutkan, jangan sampai salah. Dan hal ini melekat pada pikiran bawah sadarnya, sehingga yang terjadi justru yang dia khawatirkan. Lalu apa sebenarnya yang menyebabkan Steve Harvey melakukan hal tersebut?

Ya itu tadi, sekali lagi menurut saya Steve Harvey memang sedang apes, sedang mendapatkan kondisi yang kurang menguntungkan dengan tanpa harus menyalahkan siapapun dan apapun. Memang betul bahwa seorang Pembawa Acara harus fokus, cermat dan tidak boleh membuat kesalahan, tetapi kalau memang sedang apes mau apa lagi.

Setelah kejadian yang menimpa Steve Harvey tersebut, kemudian banyak yang bertanya kepada saya dan mengajak berdiskusi tentang hal tersebut, terlebih tentang penyebab kenapa Steve sampai salah sebut nama kontestan yang berhak menyandang gelar. Pendapat saya tetap Steve sedang apes saja. Dan apes ini bisa menimpa siapa saja yang menjadi Pembawa Acara, tanpa melihat lama atau baru sebentar dalam pengalaman menjadi MC.

Sebagai MC, yang bukan sekedar membacakan atau menyampaikan susunan acara tetapi memimpin acara kita memang tidak boleh tidak fokus, harus benar benar fokus pada acara, mata acara dan pada apa yang harus kita sampaikan. Pembawa Acara atau MC juga tidak boleh tidak mempersiapkan diri dengan baik dan tidak memahami apapun yang ada di dalam acara tersebut. Juga tidak boleh berpikiran negatif terhadap apa yang akan kita lakukan, harus selalu positif dan yakin bahwa kita akan bisa melakukan yang terbaik. Kadang meski semua itu sudah kita kerjakan, ada saja hal lain yang menyebabkan kita membuat kesalahan pada saat kita menjadi Pembawa Acara, misalnya karena orang lain atau hal lain. Seperti pengalaman Steve Harvey tadi, pengalaman banyak, jam terbang tinggi, tetapi karena sedang tidak beruntung maka tetap saja ?kecelakaan? itu terjadi. Karena apa ? Karena apes tidak mengenal senior dan yunior.  

Leave A Reply

Your email address will not be published.