Berita Nasional Terpercaya

Sudah Bisa Membuat Baju Sendiri Sejak Kelas 3 SD, Kini Perintis Brand Busana Muslim Dannis Collection

0

CIMAHI, HarianBernas.com – Bagaimana komentar kamu ketika melihat busana muslim dengan corak warna warni ? bagus ? lucu ? atau unik ?

Tahukah kamu merek salah satu merek busana muslim dengan corak warni warni itu adalah Dannis Collection ?

Jika bicara Dannis Collection, kita tak bisa mengesampingkan sosok wanita Tati Hartati (Cici), sang pendiri dan perintisnya. Ya, berkat kepekaan dan kreativitasnya, Cici telah berhasil membuat busana muslim yang selama ini terkesan monoton menjadi brand fashion yang menarik dan modis.

Dengan mengambil nama anaknya yaitu Danis sebagai merk prduknya, Cici kini telah sukses menjadikan Dannis sebagai pelopor merk busana muslim anak modern yang lalu menjadi trendsetter. Selain itu, kesuksesan Cici dengan Dannis Collection juga terlihat dari pemasaran Dannis Collection yang sudah mencapai seluruh penjuru tanah air bahkan hingga ke manca negara.

Keahlian Tati Hartati dalam mengkreasi produk fashion berawal dari kebiasaannya melihat ibunya membuat pakaian. Sang ibunda Supini yang seorang ibu rumah tangga ini memang membebaskan anak-anaknya termasuk Cici untuk ikut nimbrung saat ibunya membuka jasa membuat pakaian.

Dari intensnya pengamatan dan usaha mencoba dari Cici ini akhirnya ia bisa membuat pakaiannya sendiri saat ia baru duduk di bangku kelas 3 SD.  Dari sana, Cici semakin mencintai aktivitas jahit-menjahit pakaian hingga pekerjaan ini menjadi hobi dan kegemarannya.

Meskipun dari sisi akademis, Cici adalah siswa yang biasa-biasa saja, namun ia memiliki bakat yang luar biasa dalam hal membuat dan mengkreasi pakaian. Ketika hobi jahit-menjahit yang dimilikinya terus berkembang, Cici sering mendapat tawaran  pesanan dari teman-teman sekolahnya yang tertarik ketika melihat hasil kreasi pakaiannya. Dari sinilah Cici mulai bisa memperoleh uang jajan tambahan dari pesanan teman-teman sekolahnya itu.

ketika Cici telah berkeluarga, ia banyak menghabiskan waktu dengan menjadi ibu rumah tangga. Untuk mengsisi kekosongannya, Cici pun ikut menjadi pengajar mengaji di dekat rumahnya.

Nah, di tempat inilah Cici memperoleh inspirasi membuat busana Dannis. saat itu Cici melihat baju muslim anak didiknya yang terkesan monoton dan tak menarik.

Dari kegemaran membuat baju ini, Cici pun mulai coba mengkreasi busana muslim yang kemudian di gunakan sendiri oleh putranya. Karena desain baju muslim yang dibuat Cici memiliki warna dan juga tampilan yang berbeda dengan yang lainnya, maka hal ini kemudian mengundang antusias dari tetangga kanan-kiri.

Tetangga Cici pun tidak ragu untuk kemudian memesan padanya untuk dibuatkan juga baju muslim yang sama dengan yang dikenakan anak Cici. Semakin hari pesanan semakin banyak. Ia juga menerima order dari ALIB pusat busana muslim. Pada awalnya itu, pakaian busana muslim kreasi Cici tak diberi merk. Hal ini membuat orang-orang yang memesannya memberi nama merk sendiri.

Atas usulan Ummu Hamas, Cici disarankan untuk memberi nama dagang dari produk baju muslim kreasinya tersebut. Dari sinilah lalu Cici mengambil nama Dannis yang memiliki singkatan Dunia Akherat Insya Alloh Selamat sebagai merk dagangnya yang juga diambil dari nama putranya sendiri.

Semakin hari orderan Dannis semakin melonjak. Usaha yang diproduksi rumahan ini kemudian bertransformasi menjadi produksi pabrik yang lumayan besar. Untuk bisa fokus, Cici lalu menerapkan manajemen untuk memisahkan antara urusan produksi yang ditanggung jawakan pada dirinya sendiri dan urusan marketing yang ditanggungjawabkan kepada Ummu Hamas. Pada bagian produksi ini Cici kemudian merekrut 500 karyawan yang terus ditingkatkan keahliannya dengan berbagai pelatihan.Woww !!

Perjalanan Dannis meraih kesuksesan seperti saat ini tidak ditempuh Tati Hartati dengan jalan yang mulus. Banyak sekali rintangan dan tantangan yang dihadapi wanita kelahiran Cimahi 3 Agustus 1968 ini. Salah satu rintangan yang ia hadapi Cici saat menjalankan Dannis adalah saat karyawannya melakukan mogok kerja dan menuntut upah yang tinggi.

Saat itu Cici harus berjuang keras mempertahankan produksi Dannis dari ancaman dan tuntutan para pekerjanya. Bahkan Cici pernah merasa hampir menyerah dan ingin menghentikan saja usahanya, namun keluarga selalu memotivasinya agar terus berkarya dan menggapai kesuksesan.

Di tahun 2005, Tati Hartati diganjar anugrah sebagai Ummi Award dengan prestasinya sebagai ibu dan sebagai pengusaha wanita muslim yang dianggap sukses menyeimbangkan keluarga dan karirnya.

Meski sudah menjadi pengusaha sukses, Cici tak mau tinggi hati. Ia sendiri masih ?iri? melihat kawan-kawannya yang mampu mendidik anaknya hingga bisa hafal Al-Qur?an. Ia pun ingin dirinya dan anak-anaknya juga bisa menjadi hafids Quran.

Leave A Reply

Your email address will not be published.