Berita Nasional Terpercaya

Berkali-Kali Gagal dalam Bisnis, Kini Buruh Ini Beromzet Ratusan Juta Tiap Bulan

0

JAKARTA, HarianBernas.com – “Aku hanya seorang buruh”, “aku bisa apa?”

“Cuma bisa ikut sama orang lain dan disuruh-suruh”, “penghasilanku pas-pasan”.

Pernahkah kamu berikiran seperti itu ?

Namun sosok pria satu ini telah membuktikan, bahwa seorang buruh juga berhak sukses.

Siapa ia ? bagaimana bisa ?

Pria itu adalah Edi S Kurniawan, perjalanan bisnis yang dilalui Edi S Kurniawan tidak semudah yang terlihat saat ini. Edi pria kelahiran Lampung ini tak hanya sekali saja mencoba mengelola sebuah bisnis. Namun semua bisnis yang ia kelola mengalami kegagalan, dan tidak hanya bangkrut namun juga meninggalkan hutang yang tidak sedikit. Edi pernah berbisnis pulsa, membuka toko fashion bahkan usaha catering dan kantin juga pernah ia kerjakan, namun semuanya itu berakhir dengan kegagalan.

Baca juga: Tertarik menjadi CEO atau Owner? Simak perbedaan keduanya

Sebagai seorang buruh pabrik, dengan gaji yang pas–pasan, Ia memulai sebuah bisnis dengan modal yang dipinjam baik dari kantor maupun dari bank. Bahkan ia pernah menyisihkan separuh lebih gaji nya sebagai buruh hanya untuk membayar cicilan hutang. Nah, dalam kondisi yang sangat sulit ini, Edi S Kurniawan mendapatkan kabar bahwa ada program magang di jaringan toko H. Alay Tanah Abang. Edi tertarik dengan itu, dan berencana mengikutinya.

Namun syarat untuk mengikuti program tersebut ternyata tidaklah mudah. Untuk bisa mengikuti program tersebut, Edi diharuskan bekerja selama enam hari dalam seminggu selama tiga bulan, yang artinya ia harus keluar dari bekerja sebagai buruh dari PT. Bando Indonesia, Gajah Tunggal Group, Tangerang. Selain itu, dalam masa magangnya, Edi tidak mendapatkan gaji sepeserpun, tanpa uang makan dan transport.

Dalam perjalanan program magangnya tiga bulan tersebut, ia diberi kepercayaan oleh H. Alay untuk mengelola toko mukena sendiri dengan modal 50 juta dari H. Alay. Selanjutnya, seiring semakin mahirnya Edi dalam mengelola bisnis, membuat ia bekerjasama dengan H. Alay dengan mendirikan toko pakaian anak dan perlengkapan bayi di salah satu blok di Tanah Abang. Ketika itu, kata Edi, ia diberi modal awal dari H. Alay dengan celana anak dari kain perca senilai Rp. 200 juta.

Mulai dari sini setelah tiga tahun bekerjasama dengan H. Alay, intuisi bisnis Edi semakin terasah. Lalu Edi memutuskan untuk berpisah dari H. Alay dan memulai busaha sendiri. Toko offline yang ia kelola sebelumnya ia kembalikan kepada H. Alay, dan ia sendiri memutuskan untuk fokus dalam berbisnis secara online.

Setelah memutuskan untuk fokus dengan toko onlinenya, Edi lalu berusaha mencari investor yang mau diajak bekerjasama dengan sistem bagi hasil untuk mendanai bisnis onlinenya. Tidak disangka, ternyata uang 100 juta yang dibutuhkan Edi dengan sistem bagi hasil tersebut bisa terpenuhi.

“Ternyata semangat bagi hasil sangat mendukung upaya saya mengembangkan bisnis online. Rencana saya ke depan, ingin mengajak toko-toko di Tanah abang membuka toko online. Sambutannya positif juga beberapa sangat antusias. Mimpi saya, mudah-mudahan kawasan Tanahabang bebas macet karena semua transaksi melalui internet,” ujar Edi mantap kala itu.

Edi kemudiam menyewa sebuah toko yang berada di lokasi di Tanah Abang namun dengan kondisi yang sepi. Ini memang disengaja oleh Edi, karna ia memang tidak membutuhkan keramaian, karena memang transaksi perdagangannya murni 100% lewat media online. Bisnis online yang dikelola olehnya tersebut, makin hari kian menunjukkan kemajuan yang sangat pesat. Ngomong-omong omzet yang ia dapatkan hingga mencapai 100 juta lebih tiap bulannya.wow !!

Kini dengan kesuksesan yang ia raih tersebut, ia masih menyimpan mimpi besar. Ia memiliki rencana untuk membuat semua toko yang ada di Tanah Abang dapat memiliki toko online sendiri untuk meningkatkan penjualan mereka. Hebat bukan ?

Dengan status ia yang seorang buruh, namun ia masih mempunyai keinginan untuk membuka bisnis sendiri. Mulai dari bisnis pulsa, hingga catering, semuanya gagal. Namun satu yang patut kita tiru, pantang menyerah, itulah yang patut kita contoh dari sosok Edi S Kurniawan. Semoga menginspirasi !

Baca juga: Tujuan Karir Jangka Panjang yang Membuat Anda Dilirik Perusahaan

Leave A Reply

Your email address will not be published.