Berita Nasional Terpercaya

Adi Nugraha: Kunci Membangun Bisnis Harus Yakin dengan Impian

0

JOGJA, HarianBernas.com — Keberadaan cafe atau tempat nongkrong unik semakin menjamur, khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta. Cafe yang identik dengan anak muda, kini tidak hanya sebagai tempat kumpul asyik, namun juga menjadi pilihan tempat yang nyaman untuk sejenak mendapatkan inspirasi, misalnya mengerjakan tugas.

Tidak sedikit dari kalangan mereka pun menjadi pemilik cafe-cafe tersebut. Entrepreneur muda seakan sudah menjadi sebagian dari style. Memimpin hingga mengelola sendiri usaha yang dimiliki, hingga berhasil menjadi suatu kebanggaan dan kepuasan tersendiri.

Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru

Adi Nugraha satu dari sekian entrepreneur muda yang bergerak di bidang ice cream. Kedai Zara-Zara ice cream ia rintis sejak bulan Agustus 2014. Adi menerangkan nama tersebut ia ambil dari Bahasa Prancis yang artinya cahaya, karena yang pertama kali menerangi Jogja dengan jenis ice cream yang sensasional dan pionir untuk ice cream nitrogen di Jogja.

Anak bungsu dari enam bersaudara ini sejak tahun 2010 belajar berbisnis ice cream dengan teman, kemudian pada tahun 2012 mulai memproduksi ice cream kemasan cup kecil dan mendistribusikan ke sekolah atau kampus atau warung-warung makan. Dari situ ia mendapatkan ide membuat ice cream sensasional berkat membaca tentang Gastronomy Molecular yang sedang booming di Amerika. Setelah belajar, konsultasi dengan pakar, dan bereksperimen sendiri, akhirnya Adi memberanikan diri untuk memulai perencanaan. Karena keterbatasan modal, maka ia memutuskan untuk mencari investor dan sisa-sisa modal dari aset pribadi. Singkat cerita, ketika 60 persen kebutuhan sudah terpenuhi, ia launching dan kurang dari 3 bulan sudah berhasil memperkenalkan produknya kemasyarakat luas.

Adi yakin bahwa ice cream adalah produk yang sudah lama hadir dengan berbagai perkembangan inovasinya. “Bisnis ice cream menarik karena tidak akan membosankan selagi terus berinovasi menciptakan olahan-olahan ice cream yang unik dan penggemarnya dari semua kalangan,” tegasnya.

Baca juga: Inilah 10 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi di Berbagai Profesi

Hal yang mendasari berbisnis ice cream ini adalah bahwa di Jogja kekurangan tempat kumpul yang menyediakan menu sensasional dan ice cream adalah salah satu produk yang digemari semua kalangan. Ia ingin menyediakan menu yang mampu memberi kesan unik pelanggan dalam menikmati ice cream.

Adi sudah tidak ikut meng-handle sendiri usahanya, sudah beberapa bulan terakhir timnya solid sehingga secara pribadi tidak terlibat terlalu dalam lagi, hanya saja masih rutin memantau perkembangannya dan juga mengambil keputusan-keputusan strategik.

Promosi yang dilakukan mulai dari pendekatan sederhana dan melalui sosial media. Setiap bulan Adi mengevaluasi cara-cara timnya berpromosi dan mencari cara baru untuk menarik minat calon pelanggan dengan program-program promosi. Ia juga mengapresiasi setiap pelanggan yang sudah mengunjungi Zara-zara dengan membina hubungan yang baik, baik secara langsung maupun melalui sosial media.

Adi mampu membuat perubahan terhadap bisnisnya, semula hanya memiliki 3 orang crew termasuk ia dan sekarang sudah berkembang menjadi 20 crew. Ia memiliki team yang solid dan kompak, sudah bisa memperluas tempat, memiliki kendaraan operasional dan juga fasilitas yang lebih memadai dari sebelumnya. Tidak berhenti sampai di sini, Adi masih memiliki tujuan untuk melebarkan sayapnya di bisnis ice creamnya ini.

Menurutnya, kesukses bukan tujuan, melainkan perjalanan. Sukses bukan poin akhir, oleh karena itu 'paksakan' diri untuk melakukan yang terbaik maka kesuksesan akan datang sendiri bahkan tanpa kita sadari. Ia mempelajari banyak sifat dari tokoh-tokoh inspiratif dan Arsene Wenger (pelatih Arsenal) menurutnya beliau memiliki loyalitas tinggi dan manager yang cerdas dalam mengelola team, tidak suka metode instan, dan ahlinya mendidik talenta-talenta muda. Adi juga gemar membaca buku, di antaranya 7Habits, fight like tiger win like champion, dan 360' Leader. Buku-buku tersebut banyak menginspirasi dalam bertindak dan membentuk karakter terutama dalam hal kepemimpinan dan daya juang.

Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas

Begitu juga kegagalan, Adi mengaku sangat sering. Kegagalan baginya sudah sangat akrab dengannya. Tidak perlu sesuatu yang istimewa untuk bangkit, cukup percaya bahwa “Sometimes you Win, Sometimes you Learn”. Kalau kita gagal dan diam saja berarti tetap gagal, tetapi kalau gagal dan coba lagi, artinya masih ada harapan. Menguatkan harapan cukup dengan mengingat alasan kenapa kita memulai sesuatu. Baginya memberi bukti kepada orangtua dan kluarga adalah alasan terkuat Adi untuk bangkit dari berbagai kegagalan. Doa orangtua dan orang-orang yang kita cintai dan peduli dengan kesuksesan orang lain yang di dekat kita. Ada pepatah, bantulah orang menyebrangi lautan dan anda juga akan berada di seberang lautan.

Kesibukannya tidak hanya mengelola usaha ice cream ini, namun di beberapa kesempatan ia diundang untuk mengisi seminar-seminar kewirausahaan di beberapa kampus. Adi belum pernah terlibat dalam organisasi atau komunitas formal. Dari dulu ia lebih senang bergaul tanpa ada batasan-batasan dengan bendera organisasi atau komunitas tertentu dan ia anggap itu lebih fair. “Memiliki rekan dengan latarblakang berbeda-beda, keahlian berbeda-beda jauh lebih mnyenangkan, karena suatu saat pasti kita akan membutuhkan pertolongan mereka,” ujarnya.

Adi selalu mulai perubahan terhadap dirinya sendiri, kemudian dengan lingkungan terdekat, dan bersyukur bisa memiliki rekan-rekan di Zara-zara khususnya yang selalu semangat melihat mereka bisa bekerja, mendapatkan penghasilan dan harmonis. Itu sudah merupakan perubhan yang hebat baginya.

Tidak ada kiat-kiat khusus untuk kesuksesannya, hanya saja ia selalu menanamkan di dalam diri bahwa masing-masing orang mempunyai jalur suksesnya masing-masing. Adi merasa posisi yang ia dapatkan sekarang adalah buah dari berbagai kegagalan yang dialaminya dulu. “Saya punya impian, saya punya alasan kuat untuk selalu bangkit dari kegagalan dan memanfaatkan waktu yang luang di sela-sela kuliah untuk sesuatu yang lebih produktif,” tegasnya.

Baca juga: Daftar Kampus Jurusan Perhotelan dan Pariwisata di Indonesia

 

Biodata

Nama                                    : Muhammad Adi Nugraha

Tempat, Tanggal Lahir    : Ujung Pandang, 03 Juni 1991

Hobi                                       : Gitar, Baca, Billiard & Olahraga

Usaha                                   : Es Krim

Pendidikan                         : SMA Moehi Jogja, S1 Akuntansi UMY

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.