Berita Nasional Terpercaya

Pepatah “Melewatkan Segenggam Emas Demi Sebongkah Berlian” Tampaknya Cocok Untuk Pemilik Biro Jodoh Ini

0

JAKARTA, HarianBernas.com— Bila kamu mempunyai kesempatan untuk kuliah di luar negeri dan setelah lulus mendapatkan tawaran bekerja di berbagai perusahaan bergengsi, apa yang akan kamu lakukan? Langsung mengambil kesempatan tersebut atau membuangnya? Kebanyakan akan mengambil kesempatan tersebut bukan?

Namun lain dengan yang dilakukan oleh pria satu ini. Ia rela “membuang emas” demi menceburkan diri ke menjadi entrepreneur.

Baca juga: Jurusan IT: Pengertian, Mata Kuliah, dan Prospek Kerja Terbaru

Mengenang masa sekolah dan kuliah adalah salah satu momen paling menyenangkan sepanjang hidup. Namun tidak demikian pria ini. Ia yang berkesempatan kuliah di Sydney justru sempat mengalami masa-masa galau. “Saya tahunya dulu cuma kuliah ya kuliah saja,” ujarnya.

Berjalan tanpa arah membuat ia tidak tahu harus berbuat apa, kampus demi kampus ia jajaki. “Dulu yang awalnya kuliah sains, lalu pindah ke bisnis, sampai akhirnya IT. Itu semua saya lakukan di kampus yang berbeda,” lanjutnya.

Usai kuliah, kegalauan ini belum berakhir, ia masih belum tahu apa yang akan dilakukan setelahnya. Ia bahkan mengaku sempat “cemburu” dengan anak muda seusianya yang sudah mengetahui apa yang akan mereka lakukan nantinya, bahkan sebelum lulus kuliah. “Ada masa-masa yang membuat saya kesal, kenapa saya tidak kunjung menemukan jalan,” tambahnya.

Baca juga: Inilah 10 Prospek Kerja Lulusan Akuntansi di Berbagai Profesi

Sejumlah perusahaan seper eBay dan Apple sudah hampir menerimanya. Namun, di setiap akhir tes ia selalu merasa tidak puas dengan tawarannya. Ia tidak mau hanya jadi tech support. Ia selalu ingin mendapat posisi yang lebih dari itu. Apalagi dengan gelar IT yang ia sandang.

Akhirnya, pada bulan Oktober, ia memutuskan pulang ke Indonesia. Mencoba melamar ke berbagai perusahaan di Indonesia, namun ia kembali menemukan ketidakcocokan.

Ada tawaran mengggarap Zalora bersama Nadiem Makariem, akhirnya ia bergabung di Zalora. Namun, setahun berselang ia memutuskan mengundurkan diri dan memilih untuk membuat layanan agensi sendiri. Sampai akhirnya terciptalah Setipe.com. Sebuah biro jodoh online.

Setipe.com merupakan platform yang memasangkan anggota yang satu dengan anggota lainnya berdasarkan algoritma kecocokan sifat. Sebelum dapat dicocokkan, masing-masing pengguna harus mengisi ratusan pertanyaan untuk mencari tahu kepribadian mereka.

Baca juga: Jurusan Manajemen: Pengertian Ilmu Manajemen dan Daftar Universitas

Diluncurkan resmi pada Oktober 2013, Setipe saat ini memiliki 83.000 anggota terdaftar, dengan pertumbuhan anggota sebesar 7.000 setiap bulannya. Terbantu pesona co-founder Christian Sugiono, 45% pengguna tersebut merupakan wanita, dengan kebanyakan berada pada umur 22 hingga 30 tahun.

 Lalu, siapaka pria dibalik ini? Ia adalah Razi Thalib

Hingga saat ini, Setipe telah melakukan 1,6 juta perkenalan (artinya rata-rata setiap pengguna mendapatkan 20 perkenalan), yang menghasilkan 418.000 percakapan di dalam platformnya. Dari semua itu, Setipe berhasil mengklaim bahwa telah terjadi 4 pernikahan diantara para pasangan yang bertemu di Setipe.

Perjalanan beberapa tahun di ranah entrepreneur tidak membuatnya cepat puas, ia akan terus belajar dan berinovasi untuk kepuasan member.

Bagaimana? Kamu tertarik mencari jodoh di Setipe.com? Semoga berhasil !

Baca juga: Daftar Kampus Jurusan Perhotelan dan Pariwisata di Indonesia

Leave A Reply

Your email address will not be published.