Berita Nasional Terpercaya

Komitmen Untuk Tidak Menjual Rokok di Supermarketnya, Pamella Tetap Bisa Membangun Sampai 8 Cabang

0

JOGJA, HarianBernas.com— Kamu tinggal di Yogyakarta dan sekitarnya? Pasti pernah dengar Pamella Supermarket bukan?

Sudah tahu ciri khas dari supermarket ini? Ya, di supermarket ini tidak menjual rokok. Kenapa?

Sekitar 11 tahun yang lalu, tepatnya pada Bulan April Tahun 2003, Pamella memutuskan untuk tidak menjual rokok di supermarket-supermarket miliknya. Sebelumnya ia sempat ragu lantaran omzet penjualan rokok tak sedikit,  yakni 2% dari total omzetnya. Di sisi lain, ia juga sangat menikmati berbagai keuntungan yang didapat dari penjualan rokok.

Bujukan sang buah hati agar ia berhenti menjual rokok yang mengukuhkan keteguhan Pamella. Hal itu ditambah dengan maraknya iklan mengenai rokok yang membahayakan kesehatan dan lingkungan. Juga berbagai ceramah keagamaan yang didengarnya kala menunaikan ibadah haji di Mekah, maka pendirian Pamella untuk mempertahankan penjualan rokok pun runtuh.

Setelah mendatangi ekonom untuk berkonsultasi, ia lantas meneguhkan hati untuk berhenti menyesap keuntungan dari penjualan rokok. Bulan Maret 2003, ia menghentikan suplai rokok di supermarketnya. Satu bulan kemudian, ketika masih ada rokok yang tersisa, ia memintanya untuk dimusnahkan. Dan akhirnya sejak 1 April 2003, secara resmi rokok tak lagi terpampang di swalayan-swalayan milik Pamella

Siapa sih yang menyangka jika supermarket besar miliknya itu awalnya hanyalah warung kecil berukuran 5×5 meter yang ia dirikan bersama suaminya, Sunardi Syahuri. Tapi berkat usaha dan ketekunannya, bangunan kecil itu semakin berkembang hingga kini memiliki delapan cabang.

Meskipun supermarketnya berhenti jualan rokok tak membuat bisnis Pamella menjadi buntung. Bahkan, bisnisnya juga merambah ke bidang lain, yakni Pamella Beauty Centre, Pamella Futsal, dan SPBU.

Berfikir positif, terbuka, dan mempunyai keinginan untuk maju menjadikan Ibu Pamella tidak malu untuk belajar hal-hal yang baru demi kemajuan bisnisnya, itulah yang menjadi prinsip ibu Pamella.

Leave A Reply

Your email address will not be published.