Berita Nasional Terpercaya

Resign Dari Casio Dan Berbisnis Kafe, Tapi Sebuah Iklan Kompetisi Membawanya Kembali Menekuni Teknologi

0

JEPANG, HarianBernas.com— “Muda, cantik, dan pekerja keras”

Pria mana yang tidak mau dengannnya?

Namun, kali ini bukan kecantikannya yang akan kita bahas, melainkan prestasinya.

Meskipun ia memiliki paras cantik, namun ia tidak menggunakan kecantikannya untuk mendapatkan uang. Ia lebih memilih berinovasi dan menciptakan produk yang bermanfaat.

 Ia adalah Yuko Nakazawa. Belum mengenalnya?

Ia adalah founder dari perusahaan UPQ. Sebelum mendirikan perusahaan UPQ, ia sempat bekerja di Casio, Namun sayangnya Casio memutuskan untuk bergabung dengan NEC. Karena Nakazawa merasa tidak puas dengan NEC ia memutuskan mengundurkan diri dari Casio.

Setelah mengundurkan diri, ia sempat membuka cafe di daerah Akihabara. Dengan bisnis ini, ia mengaku mendapatkian kebebasan untuk berkarya, ia semakin kreatif untuk mendesain produk dan menu baru untuk cafenya.

Lalu bagaimana ceritanya ia bisa menciptapan produk teknologi?

Kejadian tak sengaja membuat ia kembali ke dunia industri teknologi. Saat itu Nakazawa tak sengaja melihat iklan mengenai hackathon, yaitu sebuah acara yang ditujukan untuk para designer dan programmer untuk merancang software-software baru. Nakazawa yang memang memiliki ketertarikan pada produk-produk orisinil memutuskan untuk mengikuti acara hackathon tersebut.       

Setelah mengikuti Frontier Makers itu ia menjadi sadar bahwa ia harus membangun perusahaan rintisan meski itu harus mulai dari nol. Akhirnya Nakazawa pun meninggalkan bisnis cafe dan kemudian menjalin kerjasama dengan perusahaan perintis lainnya, Cerevo yang dikenalnya saat mengikuti program Frontier Maker untuk mendirikan UPQ.

Sampai saat ini UPQ masih menggantungkan diri ke Cerevo dalam bidang teknis, desain, dan pengendalian mutu. Dengan profesionalismenya, Nakazawa pun telah sukses menarik para investor hingga terkumpul dana investasi sebanyak US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,8 triliun. Keren kan?

Meskipun ia mempunyai banyak pesaing di bidang teknologi, namun ia menganggap persaingan adalah hal yang wajar dan biasa. Alih-alih bersaing, ia malah memberikan motivasi kepada perusahaan lain untuk menciptakan inovasi-inovasi baru.

UPQ sendiri kini telah meluncurkan 24 jenis produk mulai dari kamera, smartphone, hingga bluetooth speaker. Tidak hanya barang-barang elektronik, UPQ juga menciptakan produk non elektronik seperti kursi telur dan koper dorong.

Kaya, pintar, dan cantik. Itulah yang dimiliki oleh perempuan muda kelahiran tahun 1984 ini. Ia berprestasi bukan menonjolkan fisik yang dimilikinya sekarang, melainkan dari kreatifitas dan terus berinovasi.

Yuk ikut berinovasi..

Leave A Reply

Your email address will not be published.