Berita Nasional Terpercaya

Jika Cerdik, Jualan Bawang Goreng Bisa Menembus Pasar Luar Negeri, Sudah Dibuktikan Oleh Pengusaha Yossa Setiadi

0

JAKARTA, HarianBernas.com— Semua orang tentu berhak untuk sukses. Tak mengenal latar pendidikan atau modal besar yang dimiliki.

Bahkan dengan tekad yang kuat dan terus belajar, seseorang bisa meraih kesuksesan di ranah bisnis. Hal tersebut dikatakan oleh sosok pria satu ini.

Siapa ia? Yossa Setiadi

Di tahun 2006,  ia yang telah usai menyelesaikan skripsi berpikir untuk memulai sebuah usaha. Tapi apa? Bidang kuliner pun dibidik. Tantangan berikutnya, bisnis kuliner apa yang akan dijalankan? Nah di sinilah yang menjadi pembeda. Jika orang umumnya akan mulai memikirkan beragam menu makanan atau minuman, tidak demikian dengan Yossa. Ia lebih berpikir produk di bidang kuliner apa yang sangat dibutuhkan namun masih jarang persaingannya. Tercetuslah untuk membuat produk bawah goreng.

Mengapa bawang goreng? Alasannya adalah bawang goreng banyak dibutuhkan di berbagai makanan. Bahkan untuk beberapa menu, kurang bawang goreng, praktis akan mengurangi rasa menu tersebut. Artinya, bawang goreng mempunyai pasar yang luas. Alasan lain yaitu dari segi persaingan, bisnis tersebut cenderung lebih kecil. Apalagi jika bisa menciptakan inovasi produk bawang goreng yang lebih menarik, tentu untuk memenangkan persaingan tidak akan terlampau sulit.

Setelah yakin dengan konsep bisnisnya, pria penyuka buku motivasi dan inspirasi tersebut menyiapakan dana modal sebesar Rp1,2 juta untuk membeli peralatan yakni penggorengan, mesin spinner, pemotong bawang, dan peralatan lain. Kemudian ia mulai meracik produk bawang goreng karyanya. Ketika meracik bawang tersebut, nyatanya juga tak mudah. Ia harus menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya yang tidak kecil untuk menemukan proses pembuatan yang bisa menjamin mutu dan kualitas produk bawang gorengnya nanti.

Dari awal usaha yang dijalankan di dapur dan hanya mengolah 1 kilogram bahan, sekarang usaha Yossa telah bertransformasi menjadi bisnis besar. Tak kurang dari 1,5 ton bawang merah segar ia olah tiap bulannya untuk memproduksi lebih dari 8000 toples Bawang Soy siap edar. Soal omzet, tiap  bulan alumnus Universitas Pelita Harapan tersebut mampu mendapatkan hingga Rp150 juta.

Selain menjalankan sistem penjualan mandiri serta membuka program reseller, kini Bawang Soy telah mempunyai jaringan bisnis di lebih dari 20 hotel, puluhan kafe, bisnis katering, serta rekanan maskapai penerbangan. Mengenai pasar, Bawang Soy juga tidak hanya menggarap pasar lokal namun juga hingga manca negara. Beberapa negara yang sudah ?disambangi? Bawang Soy antara lain Amerika, Jepang, Arab, New Zeland serta Australia.

Seakan tidak ingin berada di zona aman, kini Yossa telah melebarkan sayap bisnis di beberapa sektor usaha lain. Setidaknya ada 5 usaha lain yang ia kelola sendiri atau bersama partner yaitu Jahe Susu Assoy (franchise minuman susu jahe), NissaCorp (jasa media sosial marketing), KontraktorMurah (jasa konstruksi aspal serta renovasi jalan), RuangLelang.com (situs e-commerce aneka produk) serta Club35.net (jasa marketing online dan offline).

Dibutuhkan keberanian untuk take action dan keluar dari zona nyaman. Yuk action !

Leave A Reply

Your email address will not be published.