Berita Nasional Terpercaya

Ellen May: Tantangan Keberhasilan adalah Mengendalikan dan Mendisiplin Diri Sendiri

0

JAKARTA, HarianBernas.com — Wanita kelahiran Surakarta, 20 Mei 1983 ini dibesarkan di keluarga wirausaha. Ia meraih sukses dalam dunia trading pada tahun 2006.

Ketertarikannya pada dunia trading dimulai dengan instrumen trading saham. Ketika itu suaminya menyarankan untuk investasi reksadana dan ia mulai tertarik dengan saham-saham yang ada dalam reksadana tersebut, hingga akhirnya ia mulai membuka akun saham.

Perjalanannya panjang dan sangat penuh cerita menjadi seorang trader. Pada awalnya Ellen hanya spekulasi. Kemudian mulai mengetahui bahwa ada ilmunya, yaitu ilmu grafik atau analisis teknikal.

Ternyata mengetahui metode saja tidak cukup. Butuh ilmu money management untuk membatasi risiko, atau psikologi trading agar dapat menjalankan semua perencanaan dengan disiplin, seperti yang Ellen ajarkan di Training Trading Profits.

Pemilik akun twitter @Pakarsaham ini mengaku tertarik menjadi seorang trader karena bisa mendapatkan uang tanpa harus banyak melakukan aktivitas fisik dan juga penuh tantangan.

Banyak tantangan yang harus Ellen hadapi. Salah satunya adalah tantangan untuk menguasai diri sendiri, untuk menjadi sabar, dan disiplin menjalankan perencanaan yang sudah dibuat.

Tidak berhenti di situ, ia seringkali mengadakan seminar pelatihan saham di Jakarta. Training Trading Profis untuk pelatihan trading saham, ilmunya bisa juga diterapkan untuk investasi jangka panjang dan Smart Trader Rich Investor untuk pelatihan investasi jangka panjang.

Menurutnya, saham seperti halnya uang, bisa menjadi jahat atau pun baik di tangan yang mengelola. Saham bisa menjadi judi, bisa pula menjadi bisnis, tergantung bagaimana kita memperlakukan atau mengelolanya. Kalau ?main saham? artinya berjudi saham, tanpa perencanaan, hanya berdasar emosi saja, misalnya euphoria, rasa takut, rasa serakah, dan lain sebagainya.

Sempat mengalami kegagalan pada tahun 2008 pertengahan, Ellen pun sempat berhenti selama beberapa bulan trading saham karena krisis ekonomi. Namun, ia bangkit kembali di akhir tahun. Ellen terus mengasah kemampuannya dengan belajar dari buku-buku impor, serta kepada beberapa ahli yang kompeten di bidangnya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Di akhir tahun ia buy back saham, hasilnya profit ada yang mulai 600% sampai 1.500% di tahun 2013. Ellen menemukan bahwa rahasia sukses trading bukan terletak pada sistem yang bagus saja namun juga pada pengendalian psikologi trading.

Kegagalan baginya adalah sebuah pelajaran, sebuah bagian dari perjalanan hidup, feedback untuk mengasah kesuksesan lebih tajam dan move on. Jangan dimasukkan ke hati, fokus solusi dan memperbaiki diri.

Dorongan Ellen untuk terus sukses bahwa ia ingin hidupnya bermanfaat meninggalkan jejak yang menjadi terang untuk orang lain, bahkan ketika sudah tidak ada lagi dan senang melihat orang lain bisa berhasil.

Merasa apa yang ia pelajari bermanfaat, Ellen memutuskan untuk membagikan ilmunya kepada semua trader di Indonesia melalui Ellen May Institute yang didirikan pada 7 Mei 2011. Ellen May Institute adalah edukasi berupa training pasar modal dan saham. Training memberikan Trading Profits, Smart Trader Rich Investor, Billionaire Secrets, dan lain sebagainya. Selain itu, Ellen juga membagikan ilmunya melalui buku Smart Traders Not Gamblers dan Smart Trader Rich Investor.

Ellen membagikan kiat-kiat sukses berbisnis saham, modalnya 3M. Pertama mindset, yaitu kemudi, yang akan menentukan apa yang akan kita lakukan, yang pada akhirnya menentukan hasil. Mindset main saham sangat berbahaya. Mindset yang benar adalah berbisnis saham atau berinvestasi saham.

Kedua, money management, yakni pengaturan risiko, misalnya di level berapa harus membatasi risiko, berapa banyak boleh beli saham ttersebut, kapan harus berhenti membeli saham? Dan terakhir, method, yaitu strategi, seperti analisis teknikal dan fundamental.

Banyak orang yang hanya fokus pada metode saja, dan melupakan 2M lainnya. Padahal tanpa 2M lainnya, jika hanya metode maka seperti meja dengan 3 kaki akan menjadi timpang dan ambruk. Intinya harus mau membuat perencanaan dan sabar, serta disiplin dalam menjalankan perencanaan.

Belajar dari tokoh idolanya Warren Edward Buffett yang menurutnya sangat bijaksana, tekun, rajin, dan rendah hati, Ellen bangkit dari tahun 2008 ketika krisis ekonomi melanda dunia. Ia mengalami dampak pahit dari krisis tersebut dan mengalami kerugian yang cukup besar. Tahun 2008 itulah yang kemudian menjadi titik balik dari perjalanan trading seorang Ellen May.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.